VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Iran menegaskan belum mencapai kesepakatan akhir dengan Amerika Serikat meski Presiden Donald Trump berulang kali mengumumkan penyelesaian besar akan segera tercapai. Kantor berita Tasnim mencatat Trump telah mengumumkan kesepakatan akan segera tercapai sebanyak 38 kali dalam dua bulan terakhir.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menegaskan setiap pernyataan Trump soal kesepakatan harus dianggap sama dengan pesan-pesan sebelumnya yang tidak terbukti.
"Sejauh ini Iran belum mencapai kesimpulan akhir mengenai kesepakatan tersebut," kata Baqaei, dilansir AFP, Jumat (12/6/2026).
Di sisi lain Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim Trump telah berjanji bahwa perjanjian akhir negosiasi Iran-AS akan mencakup penghapusan seluruh material nuklir yang diperkaya milik Teheran. Netanyahu menyampaikan apresiasinya atas komitmen tersebut setelah keduanya berbicara.
Kantor Netanyahu menyebut perjanjian akhir harus mencakup pembongkaran infrastruktur pengayaan, pembatasan produksi rudal Iran, dan penghentian dukungan Iran terhadap proksi terorisnya di kawasan.
"Perjanjian akhir akan mencakup penghapusan material yang diperkaya, pembongkaran infrastruktur pengayaan, dan pembatasan produksi rudal," kata kantor Netanyahu di X.


















