VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Banyak lulusan baru perguruan tinggi kesulitan menembus dunia kerja karena terbentur syarat pengalaman yang belum sempat mereka miliki, sementara kesempatan untuk mendapatkan pengalaman itu sendiri sulit diakses. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengklaim persoalan ini coba dijawab lewat program Magang Nasional atau MagangHub.
Kepala Biro Humas Kemnaker Faried Abdurrahman Nur Yuliono mengatakan pemerintah memahami kesenjangan antara kompetensi yang diperoleh lulusan di bangku pendidikan formal dengan kebutuhan riil dunia kerja masih menjadi tantangan utama.
Ia menyebut banyak lulusan baru menghadapi situasi ketika lowongan kerja mensyaratkan pengalaman, sementara mereka belum memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pengalaman tersebut.
"Di titik inilah program Magang Nasional hadir sebagai jembatan," ujarnya pada Jumat (11/9/2026).
Faried menjelaskan program ini dirancang bukan sekadar penempatan peserta magang, melainkan proses pembelajaran kerja yang terstruktur dengan melibatkan perusahaan sebagai tempat belajar dan mentor sebagai pembimbing.
"Kemnaker memandang program Magang Nasional sebagai salah satu instrumen penting untuk menjembatani transisi lulusan perguruan tinggi dari dunia pendidikan ke dunia kerja," katanya.
Ia menambahkan program ini memberi ruang bagi lulusan perguruan tinggi memperoleh pengalaman kerja nyata selama enam bulan, mendapat bimbingan dari mentor, memahami budaya kerja, mengasah kompetensi teknis dan nonteknis, hingga membangun portofolio dan jejaring profesional.



























