VOICE Indonesia
Internasional

Sehari Sebelum Pezeshkian ke Sidang PBB, AS Malah Blokir Visa Tim Persnya

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: Redaksi1 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei(Foto: Voiceindonesia.co/Ist)

VOICEINDONESIA.CO, Teheran – Amerika Serikat menolak visa bagi tim pers Presiden Iran Masoud Pezeshkian, hanya sehari sebelum sang presiden dijadwalkan berangkat ke New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB.

Kementerian Luar Negeri Iran mengonfirmasi penolakan visa tersebut menyasar tim media Kepresidenan Iran yang seharusnya mendampingi liputan kunjungan itu, sementara Pezeshkian sendiri dijadwalkan berangkat pada Selasa (22/9/2026).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyampaikan protes keras atas penolakan tersebut lewat akun media sosial X, Senin (21/9/2026).

"Ketika sebuah pemerintahan menutup pintu rapat-rapat, bahkan terhadap jurnalis Amerika yang tidak mereka sukai, dan menghalangi wartawan asing, termasuk tim media Presiden Iran yang suaranya ingin mereka bungkam, tindakan itu bukanlah bentuk pengaturan akses," tulisnya.

Baghaei menuding langkah itu sebagai upaya menyembunyikan kebenaran dan melanggengkan kampanye disinformasi dengan mengabaikan hak atas akses informasi.

Penolakan ini terjadi tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan larangan bagi CNN, MSNBC, dan Politico meliput di Gedung Putih pada 18 September 2026, dengan tuduhan ketiga media itu menyebarkan "berita palsu".

Sehari setelahnya, pada 19 September 2026, jurnalis dari ketiga media tersebut ditolak aksesnya ke kompleks Gedung Putih dan kartu akses mereka dinonaktifkan atau disita.

Ringkasan AI

Amerika Serikat menolak visa bagi tim pers Presiden Iran Masoud Pezeshkian, hanya sehari sebelum sang presiden dijadwalkan berangkat ke New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB. Kementerian Luar Negeri Iran mengonfirmasi penolakan visa tersebut menyasar tim media Kepresidenan Iran yang seharusnya mendampingi liputan kunjungan itu, sementara Pezeshkian sendiri dijadwalkan berangkat pada Selasa (22/9/2026).

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Kuwait Minta Tambah PMI, MoU 1996 Siap DiperbaruiPekerja Migran Indonesia

Kuwait Minta Tambah PMI, MoU 1996 Siap Diperbarui

S Nurafifa· 21 September 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.