VOICEINDONESIA.CO, Kendari – Peluang magang bagi lulusan perguruan tinggi tahun ini jauh lebih besar dibanding sebelumnya. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkap pemerintah membuka kuota 150 ribu calon tenaga kerja untuk Program Magang Nasional (PMN) 2026, yang akan disalurkan ke sekitar 8.000 mitra secara bertahap dalam tiga periode.
Yassierli menyebut mitra penerima magang ini tersebar di berbagai jenis institusi, mulai dari sektor swasta hingga lembaga milik negara.
"Mulai dari perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara atau BUMN, maupun di instansi-instansi pemerintahan," kata Yassierli usai memberikan kuliah umum bertajuk Peran Perguruan Tinggi dalam Menyiapkan Talenta Masa Depan di Universitas Muhammadiyah Kendari, Rabu (5/8/2026).
Ia meminta lulusan perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara segera menyiapkan dan meningkatkan keahlian mereka agar bisa merespons permintaan tenaga kerja dalam program tersebut, sekaligus memanfaatkan kesempatan magang ini seoptimal mungkin sebagai langkah persiapan sebelum benar-benar memasuki dunia kerja.
Yassierli menekankan pentingnya penyesuaian kompetensi di tengah berbagai disrupsi, seperti kecerdasan buatan, digitalisasi, green jobs, hingga industri kreatif.
"Secara spesifik harus disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan industri. Saya mendengar di Sultra sekarang banyak proyek-proyek industri yang sedang dibangun, dan saya yakin ini menjadi kesempatan serta peluang yang luar biasa buat adik-adik kita yang ada di sini," ujar Yassierli.
Ia menambahkan, melalui PMN 2026 para peserta akan mengikuti proses magang selama enam bulan dengan berbagai fasilitas yang diberikan kepada para peserta selama proses magang.
"Selama masa tersebut, peserta berhak mendapatkan uang saku yang setara dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, serta sertifikat kompetensi resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan yang diakui secara nasional," tambah Yassierli.



















