VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Lima puluh ribu buruh dari Jawa Barat, Banten, Bekasi, dan DKI Jakarta bergerak menuju Jakarta hari ini, Kamis (24/9/2026), mengawal penyampaian aspirasi terkait RUU Perlindungan Ketenagakerjaan langsung ke Istana Kepresidenan. Ini adalah pilihan terakhir setelah empat bulan menempuh jalur diplomasi tanpa hasil memuaskan.
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menegaskan aksi ini murni perjuangan buruh dan sama sekali tidak berkaitan dengan upaya menjatuhkan pemerintahan Prabowo-Gibran yang baru memasuki dua tahun masa jabatan.
"Tidak ada niatan gerakan buruh ini untuk menggoyang-goyang, menjatuhkan pemerintahan yang sah," tegas Andi Gani.
Massa akan berkumpul di kawasan Semanggi pukul 10.00 WIB dan bergerak perlahan menuju kawasan UOB di depan Grand Indonesia. Andi Gani meluruskan informasi yang beredar soal titik kumpul.
"Tidak benar kalau titik kumpulnya di Bundaran HI. Banyak sekali hoaks. Titik kumpul awalnya dari Semanggi dan kami akan menunggu delegasi di depan UOB," ujarnya.
Sementara massa menunggu di lapangan, sejumlah pimpinan konfederasi buruh akan menemui Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman di Bina Graha pukul 09.00 WIB untuk menyerahkan petisi berisi 11 tuntutan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia. Tuntutan utama mencakup isu pengupahan, outsourcing, jaminan sosial, PKWT, pekerja platform, jaminan pesangon, cuti haid, dan pemagangan.
Andi Gani menggambarkan petisi itu bukan ancaman melainkan komunikasi anak kepada ayahnya.
"Seperti ayah kami, ini kirim surat anak ke ayahnya. Jadi tidak ada petisi yang menyeramkan, mengancam, tidak ada," jelasnya.
Ada sinyal positif dari perundingan yang tengah berjalan. Andi Gani mengungkapkan beberapa perubahan yang menguntungkan buruh sudah mulai muncul dalam pembahasan antara buruh, pemerintah, dan DPR, meski ia belum bisa mengumumkan detailnya.
Aksi ditargetkan selesai sebelum pukul 13.00 WIB. Setelah delegasi menyampaikan aspirasi dan mendapat respons Istana, massa langsung dibubarkan tanpa ada rencana bertahan hingga sore.
"Setelah penyampaian selesai di Istana, kami akan mengumumkan kepada puluhan ribu anggota kami, setelah itu kami pulang," pungkas Andi Gani.



























