VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Program Magang Nasional yang digadang-gadang jadi solusi pengangguran muda ternyata belum sepenuhnya menjamin lulusan baru langsung terserap dunia kerja. Dari data pelaksanaan sebelumnya, Kemnaker mencatat hanya sekitar 30 persen peserta yang mendapat tawaran pekerjaan usai program berakhir, sementara 36 persen lainnya bahkan belum mendapat tawaran sama sekali.
Kepala Biro Humas Kemnaker Faried Abdurrahman Nur Yuliono pada Senin (3/8/2026) tidak menampik angka tersebut, namun menegaskan data ini perlu dibaca secara utuh karena menunjukkan adanya jalur transisi nyata dari magang menuju kesempatan kerja, meski belum menjamin seluruh peserta langsung terserap.
"Program magang tidak otomatis menjamin seluruh peserta langsung bekerja, tetapi sudah menunjukkan adanya jalur transisi yang nyata dari magang menuju kesempatan kerja," kata Faried.
Ia menambahkan sekitar 34 persen peserta lainnya memang belum mendapat tawaran resmi, tetapi sudah menunjukkan indikasi atau peluang untuk direkrut ke depannya.
Faried menjelaskan program ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kompetensi yang diperoleh lulusan di bangku pendidikan formal dengan kebutuhan riil dunia kerja, sebuah persoalan klasik yang kerap membuat fresh graduate kesulitan menembus lowongan yang mensyaratkan pengalaman.
"Kemnaker berharap program Magang Nasional dapat berkontribusi pada pengurangan pengangguran muda melalui peningkatan daya saing dan kesiapan kerja lulusan baru," kata Faried.
Dari peserta yang berhasil mendapat tawaran kerja, sektor keuangan menjadi penyerap terbesar dengan 23,4 persen, disusul perdagangan besar 17,9 persen, manufaktur 16,5 persen, dan kesehatan 10,3 persen. Faried menyebut data ini menjadi masukan penting bagi Kemnaker untuk memperkuat kolaborasi dengan sektor bertenaga kerja tinggi sekaligus memperluas partisipasi sektor lain.
Program yang memberi peserta pengalaman kerja nyata selama enam bulan ini turut dilengkapi bimbingan mentor, pengasahan kompetensi teknis dan nonteknis, hingga pembangunan portofolio dan jejaring profesional.
Faried berharap Magang Nasional 2026 dapat memberi dampak berlapis, mulai dari peningkatan kompetensi peserta, tersedianya talenta muda siap kerja bagi perusahaan, hingga berkurangnya kesenjangan kompetensi di pasar kerja nasional secara keseluruhan.


















