VOICE Indonesia
Ketenagakerjaan

Kerja di Jepang, PMI Sektor Otomotif Bisa Kantongi Rp21 Juta per Bulan

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: Abdulloh Hilmi2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor(Foto: Voiceindonesia.co)

VOICEINDONESIA.CO, Banyuwangi – Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di sektor otomotif ringan di Jepang, seperti teknisi bengkel ban dan montir ganti oli, ternyata mampu mengantongi penghasilan bersih sekitar Rp21 juta per bulan.

Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor saat membuka Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Batch IV, MagangHub Nasional, dan Magang ke Jepang hasil kerja sama dengan IM Japan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (22/9/2026).

"Sebagai gambaran, di sektor otomotif ringan seperti teknisi bengkel ban, montir ganti oli, hingga perbaikan ringan, itu mampu mengantongi penghasilan bersih sekitar Rp21 juta per bulan," ungkap Afriansyah.

Ia mendorong anak-anak muda memanfaatkan potensi besar dari bonus demografi lewat peluang magang dan bekerja di luar negeri.

"Di Indonesia sekarang bonus demografinya besar, dan bagi mereka yang berminat ke luar negeri kami didik, kami latih, dan diberikan kompetensi dan skill yang memadai," katanya.

Afriansyah menjelaskan Kemnaker tengah gencar menggalakkan program bagi tenaga kerja profesional yang menguasai keahlian khusus untuk ditempatkan di negara-negara mitra, salah satunya Jepang, dengan penempatan di berbagai sektor strategis seperti otomotif, pabrik, pertanian, hingga pengemudi sesuai kompetensi masing-masing serta perjanjian resmi antarlembaga dan pemerintah.

Ia turut mengapresiasi posisi Kabupaten Banyuwangi sebagai salah satu daerah penyumbang tenaga kerja terbanyak untuk penempatan di Jepang.

"Banyuwangi salah satu terbesar untuk penempatan anak-anak kita ke negara Jepang. Keberadaan BPVP di Banyuwangi ini bentuk komitmen kami untuk menciptakan anak-anak kita yang punya kompetensi dan kemampuan hebat-hebat, termasuk skill bahasa," ujar Afriansyah.

Wamenaker menyebut kondisi ketenagakerjaan di Banyuwangi relatif sangat baik, dengan jumlah penduduk sekitar 1,7 juta jiwa dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) berkisar 10.000 orang.

"Ini luar biasa rendah, persentasenya kecil, oleh karena itu harus kita dukung," tambahnya.

Afriansyah mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas vokasi secara optimal, terlebih Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) lewat alokasi kuota Pelatihan Vokasi Nasional yang mencapai sekitar 220.000 orang khusus lulusan SMA/SMK, dengan seluruh pembiayaan ditanggung penuh oleh negara.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono memaparkan tingkat pengangguran terbuka Banyuwangi berhasil ditekan dari 4,03 persen menjadi 3,94 persen pada 2025.

"Penurunan pengangguran itu tidak cukup dibaca sebagai keberhasilan penciptaan pekerjaan saja, akan tetapi kami juga harus memperhatikan partisipasi angkatan kerja, kualitas pekerjaan, produktivitas, tingkat pendapatan dan jumlah penduduk usia kerja yang tidak aktif dalam pasar kerja," pungasknya.

Ringkasan AI

Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di sektor otomotif ringan di Jepang, seperti teknisi bengkel ban dan montir ganti oli, ternyata mampu mengantongi penghasilan bersih sekitar Rp21 juta per bulan.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Presiden Prabowo Pantau Penanganan Karhutla, Sisa 209,78 Hektare Terus DipadamkanNasional

Presiden Prabowo Pantau Penanganan Karhutla, Sisa 209,78 Hektare Terus Dipadamkan

Kiky· 23 September 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.