VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan strategi pemerintah untuk mengatasi kekurangan tenaga kesehatan nasional melalui pembukaan kampus-kampus kedokteran gratis yang sepenuhnya dibiayai oleh negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan Program Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026) di tengah sorotan terhadap masih minimnya jumlah dokter dan dokter gigi di Indonesia.
“Kita kekurangan dokter. Rakyat kita perlu dokter, perlu dokter gigi, tidak bisa hanya dengan bicara, dengan memfitnah, menghardik, mengejek, tidak bisa,” kata Prabowo.
Baca Juga: Penyelundupan Bawang Ilegal Terbongkar, DPR Dorong Perlindungan Petani Lokal
Ia mengungkapkan, Indonesia saat ini mengalami kekurangan ratusan ribu tenaga medis, sementara kebutuhan layanan kesehatan masyarakat terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan pemerataan pelayanan hingga daerah terpencil.
Menurut Prabowo, persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan melalui perdebatan semata, melainkan membutuhkan kebijakan konkret dan keberanian negara dalam memperluas akses pendidikan tinggi.
Sebagai langkah strategis, Prabowo menyatakan pemerintah akan segera membuka kampus-kampus kedokteran dalam waktu dekat.
Tidak hanya kedokteran, kebijakan serupa juga akan diterapkan pada kampus teknik dan bidang-bidang strategis lainnya.
Baca Juga: Terkuak! KPK Temukan Praktik “Kickback” di Skandal Korupsi Kuota Haji
Kampus-kampus tersebut akan dibuka bagi seluruh anak bangsa tanpa diskriminasi, dengan biaya pendidikan sepenuhnya ditanggung negara.
“Rencana saya, kampus-kampus kedokteran, kampus-kampus teknik, dan yang sebagainya nanti dibuka untuk semua anak-anak Indonesia dan mereka tidak boleh bayar, dibayar oleh negara,” ujar Prabowo, disambut tepuk tangan hadirin.
Prabowo menegaskan, kebijakan pendidikan gratis ini merupakan bentuk keberpihakan negara kepada rakyat kecil, sekaligus instrumen pemerataan kesempatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional.
“Saya ingin anaknya tukang pemulung bisa jadi insinyur, bisa jadi dokter, bisa jadi pengusaha, bisa jadi jenderal. Itu cita-cita saya,” katanya.
Menurut Prabowo, keberanian mengambil kebijakan besar menjadi kunci perubahan nyata.
Ia menegaskan komitmennya untuk membuktikan bahwa negara hadir dan berani berinvestasi pada masa depan generasi muda Indonesia.
“Saya akan bangga melihat itu. Sekali lagi, kita harus berani, siapa berani, dia menang,” ujar Prabowo. (af/hi)
Pilihan Redaksi: Menggugat Negara: PMI Bukan Objek, Selamatkan Nyawa dari Jerat Perdagangan Manusia