
BJB Dikecam DPR Gara-gara Penyaluran Kredit UMKM Rumit

VOICEINDONESIA.CO, Bandung - Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, menyoroti rapor merah kinerja penyaluran kredit Bank Jabar Banten (BJB) di tengah asetnya yang telah menembus Rp200 triliun.
Meski berstatus salah satu bank daerah terbesar, BJB dinilai belum optimal mendukung ekonomi rakyat karena penyaluran kredit untuk UMKM baru mencapai sekitar Rp5 triliun.
Dede mengungkapkan adanya keluhan masif dari pelaku usaha kecil di lapangan mengenai rumitnya akses pinjaman.
Baca Juga: SMS E-Tilang Palsu Terbongkar! Polri Tangkap 3 Tersangka SindikatPersyaratan yang berbelit dan sikap perbankan yang terlalu kaku menyebabkan masyarakat lebih memilih beralih ke rentenir demi mendapatkan modal cepat.
“Tadi disampaikan direksi, target ke depan bisa mencapai Rp20 triliun untuk UMKM dalam dua tahun. UMKM-nya harus jelas, menyasar pasar yang sudah berjalan, bukan yang ujug-ujug jadi UMKM (fiktif),” ujar Dede Yusuf saat kunjungan kerja spesifik di Bandung, Rabu (28/01/2026).
Selain masalah akses, politisi Fraksi Partai Demokrat ini membongkar adanya persoalan kredit macet menahun yang diduga akibat lemahnya prinsip kehati-hatian manajemen di masa lalu.
Baca Juga: Penyidikan Korupsi Kuota Haji Masuk Tahap Hitung Kerugian NegaraIa menengarai adanya pemberian kredit yang kurang cermat kepada perusahaan tertentu yang memiliki kedekatan khusus, sehingga membebani kesehatan finansial bank.
Dede mendesak BJB untuk segera melakukan reorientasi kebijakan dengan fokus pada pembangunan ekonomi menengah ke bawah.
Direksi dan Dewan Komisaris diharapkan mampu mewujudkan optimisme menyalurkan kredit kepada 100 ribu UMKM nyata dalam dua tahun ke depan tanpa mengulangi kesalahan prosedur masa lalu.
"BJB sebagai bank milik daerah diharapkan dapat menyalurkan kembali dana masyarakat Jawa Barat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat," tegasnya.
Pengawasan ketat akan terus dilakukan DPR guna memastikan dana masyarakat benar-benar mengalir ke sektor produktif, bukan sekadar mengejar target angka di atas kertas. (af/hi)
Pilihan Redaksi: Ekstradisi Atau Represi: Jangan Manjakan Kriminal Siber Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



