
Usai 5 Kali Absen, Ini Alasan Mendagri Tak Ikut Rapat Komisi III DPR

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian akhirnya menghadiri rapat kerja dengan Komisi II DPR RI pada Senin (30/3/2026), setelah sebelumnya absen sebanyak lima kali berturut-turut.
Tito menjelaskan bahwa selama periode absennya, ia mendapatkan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di wilayah Sumatera.
“Saat itu saya sudah hampir mungkin dalam satu minggu bisa 3–4 hari keliling Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat. Saya ditunjuk menjadi Kasatgas,” ujar Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Baca Juga: Nadiem Kembali Jalani Sidang Kasus Korupsi Chromebook Usai 4 Kali Operasi
Di hadapan pimpinan dan anggota Komisi III DPR, Tito menyampaikan permohonan maaf dan mengklarifikasi bahwa ketidakhadirannya karena ada penugasan mendesak dari Presiden serta penanganan bencana nasional.
Selain urusan bencana sejak November 2025, Tito menyebutkan agenda pendampingan kunker Presiden juga menjadi alasan prioritas, seperti acara Sekolah Rakyat di Bekasi.
Ia juga mengeluhkan durasi undangan rapat dari DPR yang seringkali mendadak.
"Saya terima hari Sabtu untuk hari Senin, padahal saat itu saya lagi di tengah hutan," tambahnya.
Baca Juga: Sebabkan Keracunan, Delapan SPPG di Tulungagung Dihentikan
Meski tidak hadir fisik, ia menegaskan selalu mengutus tiga Wakil Menteri (Wamen) untuk mewakilinya dan menjamin tidak ada maksud untuk tidak menghargai parlemen.
Merespons penjelasan tersebut, Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, menyampaikan apresiasinya.
Ia mengakui kerap menyentil absennya Mendagri, namun hal itu diklaimnya sebagai bentuk "rasa kangen" dan bukan upaya mendiskreditkan pemerintah.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya serta rasa kangen yang seberat-beratnya kepada Bapak Mendagri yang hari ini dapat hadir,” kata Rifqi saat membuka rapat.
Rapat kerja kali ini berfokus pada pemaparan serta pengawasan program kerja Kemendagri, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), dan Otorita IKN untuk tahun anggaran 2026.
Selain Tito, rapat ini juga dihadiri oleh Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono guna membahas tindak lanjut pemeriksaan BPK tahun 2025. (af/hi)
Pilihan Redaksi: Reformasi Perlindungan Upah Awak Kapal Perikanan Asing Taiwan Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



