VOICE Indonesia
News

Ada Andil Pemerintah Dibalik Ribuan WNI Lepas Kewarganegaraannya

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.coEditor: Redaksi
VOICE Indonesia di Google
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira(Foto: Voiceindonesia.co/DPR RI)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Delapan ribu warga negara Indonesia memilih melepas kewarganegaraannya dalam lima tahun terakhir. Bukan angka kecil. Dan di tengah fakta mengkhawatirkan itu, pemerintah justru menaikkan tarif pelepasan kewarganegaraan dari Rp1 juta menjadi Rp5 juta lewat PP Nomor 30 Tahun 2026.

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira menilai pemerintah salah fokus. Alih-alih mencari tahu mengapa ribuan warganya memilih hengkang, negara justru menjadikannya sumber pendapatan.

"Maka seharusnya Pemerintah fokus melakukan evaluasi, kenapa banyak warga Indonesia yang ingin melepaskan kewarganegaraan, bukan justru malah memanfaatkannya sebagai sumber pemasukan kas negara," tegas Andreas, Selasa (21/7/2026).

Lalu apa yang membuat ribuan orang rela menanggalkan status WNI-nya? Andreas menilai jawabannya ada pada kegagalan negara menghadirkan rasa aman, kepastian hukum, lapangan kerja layak, dan masa depan yang menjanjikan bagi warganya sendiri.

"Fenomena WNI lepas kewarganegaraan akan menjadi citra buruk bagi Indonesia. Indonesia akan dianggap sebagai negara yang gagal memberikan perlindungan dan rasa aman dan nyaman bagi warga negaranya sendiri," jelasnya.

Yang memperburuk situasi, Presiden Prabowo pernah mempersilakan masyarakat mencari negara lain jika merasa masa depan Indonesia suram. Bagi Andreas, pernyataan itu justru membakar api yang seharusnya dipadamkan.

"Pihak yang membuat statement agar masyarakat mencari negara lain jika merasa Indonesia tak baik, perlu berpikir ulang dengan kalimat-kalimat sarkastik seperti itu. Karena ini sama saja dengan memicu terjadinya brain drain di tengah Indonesia yang membutuhkan orang-orang berkompetensi, profesional dan mempunyai keterampilan untuk membangun bangsa ini," ungkap Andreas.

Solusinya, kata Andreas, bukan tarif yang lebih mahal. Pemerintah justru harus menyusun National Citizen Trust and Retention Strategy, strategi nasional lintas sektor yang memastikan setiap warga punya alasan kuat untuk tetap tinggal dan membangun masa depan di Indonesia.

"Pemerintah seharusnya berpikir dan membuat strategi untuk brain gain, bukan dengan statement-statement yang justru memicu warga negaranya untuk meninggalkan Indonesia alias brain drain," tukas Andreas.

Ringkasan AI

Dalam lima tahun terakhir, delapan ribu WNI melepas kewarganegaraan, sementara pemerintah menaikkan tarif pelepasan dari Rp1 juta menjadi Rp5 juta. Wakil Ketua DPR Andreas Pareira menilai pemerintah salah fokus dan harus mengevaluasi penyebab fenomena ini serta menyusun strategi nasional agar warga tetap tinggal dan membangun Indonesia.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

PMI Tanjungpinang Disekap di Myanmar, Keluarga Diperas Rp110 JutaPekerja Migran Indonesia

PMI Tanjungpinang Disekap di Myanmar, Keluarga Diperas Rp110 Juta

VOICE Indonesia· 21 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.