VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Aparat kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional menyusul aksi unjuk rasa buruh yang berlangsung di sejumlah titik Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Dukuh Atas hingga Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat, karena massa buruh bergerak menuju kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Bhudi Hermanto mengimbau masyarakat yang hendak melintas di sekitar lokasi aksi untuk mempertimbangkan jalur alternatif dan memantau perkembangan situasi lalu lintas.
"Rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional," kata Bhudi.
Budi mengatakan, masyarakat dapat memantau informasi terkait kondisi lalu lintas melalui kanal Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya sebelum melakukan perjalanan.
Bagi masyarakat dari wilayah Jakarta Barat yang hendak menuju kawasan Monas, polisi menyarankan sejumlah jalur alternatif.
Pengendara dapat melintasi Tomang, Jalan Suryo Pranoto, hingga Harmoni.
Sementara dari arah Jakarta Selatan menuju Monas, masyarakat dapat menggunakan jalur Tendean, Jalan HR Rasuna Said, Jalan HOS Cokroaminoto, hingga Tugu Tani.
Dari wilayah Jakarta Timur, jalur alternatif menuju Monas dapat melalui Jatinegara, Jalan Kramat Raya, kemudian menuju Tugu Tani.
Sementara pengguna jalan dari kawasan Semanggi menuju Slipi atau Tomang dapat mempertimbangkan jalur Bendungan Hilir, Pejompongan, hingga Jalan S Parman.
Polisi mengimbau masyarakat memberikan ruang bagi massa untuk menyampaikan aspirasi serta menghindari ruas jalan yang menjadi lokasi utama kegiatan apabila tidak memiliki kepentingan untuk melintas di kawasan tersebut.
Selain kawasan Bundaran HI dan Dukuh Atas, pengamanan juga dilakukan di sekitar Gedung DPR/MPR RI dan kawasan Patung Kuda, Monas.
Secara keseluruhan, sebanyak 26.386 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan berbagai kegiatan masyarakat di Jakarta pada Kamis hari ini. Dari jumlah tersebut, terdapat 73 kegiatan penyampaian aspirasi yang mendapat pengawalan aparat.
Dalam pengamanan aksi, kepolisian menyatakan mengedepankan pendekatan humanis, komunikasi, dialog, dan persuasif agar penyampaian aspirasi berlangsung aman dan tertib. (rnm)



























