VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyerahkan bantuan pemutihan ijazah kepada 2.810 warga dengan total nilai Rp4,67 miliar.
Bantuan tahap kedua tahun 2026 tersebut disalurkan melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Baznas Bazis DKI Jakarta.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Balai Kota Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Pramono mengatakan, program tersebut ditujukan bagi warga yang belum dapat mengambil ijazah karena terkendala biaya maupun persoalan administrasi. Melalui bantuan ini, warga diharapkan dapat memperoleh ijazah untuk melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja.
"Tujuannya agar semua masyarakat di Jakarta yang belum bisa mengambil ijazah, mudah-mudahan Pemerintah DKI Jakarta bisa hadir untuk membantu mengambil ijazah," ujarnya.
Ia mengungkapkan, sejumlah warga telah menunggu bertahun-tahun untuk mengambil ijazah mereka. Salah satu penerima bantuan yang ditemuinya diketahui mengalami kendala tersebut sejak 2016.
Bantuan ini menjangkau penerima dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga sekolah menengah kejuruan (SMK). Program tersebut juga mencakup 289 warga dari sanggar kegiatan belajar dan tiga siswa sekolah luar biasa (SLB).
Pramono menegaskan, Pemprov DKI berupaya memastikan persoalan ekonomi dan administrasi tidak menghalangi warga untuk melanjutkan pendidikan maupun mencari pekerjaan.
"Jangan sampai ada yang tidak bisa mengambil ijazah di Jakarta karena persoalan ekonomi, administrasi, dan sebagainya. Maka, pemerintah hadir bersama Baznas Bazis untuk menyelesaikan itu," terangnya.
Salah satu penerima bantuan, Muhammad Rafli Husain (16), mengaku terbantu dengan program tersebut. Lulusan SMA Muhammadiyah 16 Jakarta Pusat itu sebelumnya belum dapat mengambil ijazah karena keterbatasan biaya.
Rafli mengatakan, ijazah merupakan dokumen penting yang dibutuhkan untuk melamar pekerjaan. Ia berharap program pemutihan ijazah dapat terus berlanjut agar semakin banyak warga yang terbantu.
"Saya mengucapkan terima kasih banyak untuk bantuan ini. Saya merasa ini berharga banget buat saya," ucap Rafli. (af)























