VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR), Tim SAR gabungan menemukan satu jeriken minyak berwarna biru saat menyisir keberadaan delapan orang yang masih hilang setelah kapal cepat yang membawa rombongan jurnalis hilang kontak di Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten pada hari kelima.
Basarnas mengonfirmasi objek tersebut ditemukan oleh unsur KN SAR Tetuka 247 di Sektor X pada koordinat 06°02.7161'S – 105°31.5414'E sekitar pukul 10.05 WIB.
"Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemantauan menggunakan drone dari KN SAR Tetuka. Namun, hingga hasil operasi hari kelima dilaporkan, belum dapat dipastikan bahwa jeriken tersebut berkaitan dengan speedboatatau delapan orang yang masih dalam pencarian," tulis laporan Basarnas dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (12/9/2026).
Pencarian di Sektor X yang mencakup area seluas 380 NM² juga melibatkan unsur RBB Peucang. Tim tersebut bertolak dari Dermaga Paku Anyer dan melakukan penyisiran hingga sore hari dengan kondisi gelombang sekitar 0–1 meter.
Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan terus melakukan verifikasi terhadap setiap benda yang ditemukan di laut. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan apakah benda-benda tersebut memiliki kaitan dengan kapal cepat maupun delapan orang yang masih dalam pencarian.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Basarnas, kapal cepat yang membawa rombongan jurnalis tersebut sebelumnya bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Rombongan berangkat untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso mengatakan delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri atas lima jurnalis dan tiga awak serta pemandu kapal.
Lima jurnalis tersebut yakni M Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.
Sementara tiga orang lainnya adalah Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto yang merupakan pemandu.
Komunikasi terakhir dengan rombongan tercatat pada pukul 14.42 WIB. Saat itu, korban sempat mengirimkan lokasi terkini kepada rekan jurnalis di Lampung.
Namun, komunikasi kemudian terputus pada pukul 15.04 WIB di titik koordinat yang diduga berada di 6°14'40.52"S dan 105°40'49.48"T.
Operasi pencarian terus dilakukan sejak laporan hilang kontak diterima dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI AL, Polri hingga relawan dan nelayan.
Sejumlah armada dikerahkan dalam operasi tersebut, antara lain KN SAR Tetuka milik Basarnas, KRI Loser, KRI Kerambit, KRI Lepu, KAL Anyer, dan KAL Pahawang milik TNI AL.
Selain itu, pencarian juga melibatkan KP Sanjaya milik Polairud serta tiga unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Kantor SAR Banten dan Kantor SAR Lampung. Potensi SAR lokal yang terdiri atas relawan dan nelayan turut dilibatkan dalam penyisiran. (af)



























