VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Aksi protes mewarnai penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Senen Raya Empat, Jakarta Pusat, Rabu (23/9) siang. Sejumlah pedagang bahkan terlibat aksi tarik-menarik dengan petugas saat gerobak dagangan hendak diangkut.
Salah satu pedagang perempuan tampak berusaha mempertahankan gerobaknya ketika petugas Satpol PP melakukan penertiban. Sambil menyampaikan protes, pedagang tersebut sempat menarik gerobaknya agar tidak dibawa petugas.
Namun, upaya itu akhirnya terhenti. Petugas tetap mengamankan gerobak ke dalam truk Satpol PP. Sementara itu, sejumlah barang dagangan, termasuk tabung gas, diperbolehkan untuk diambil oleh pemiliknya.
Lurah Senen Ilyan Adi Bayu mengatakan penertiban dilakukan setelah adanya pengaduan dari masyarakat yang menilai kawasan tersebut terlihat kumuh dan tidak tertib.
"Ini ada pengaduan masyarakat, merasa bahwa di sini terlihat kumuh, tidak tertib, terus banyak pedagang membuat bekas makanan sembarangan," kata Ilyan.
Selain itu, keberadaan lapak PKL di lokasi tersebut dinilai melanggar aturan karena sebagian pedagang berjualan di atas trotoar hingga badan jalan.
Menurut Ilyan, aktivitas PKL di kawasan tersebut juga telah berlangsung cukup lama. Berdasarkan informasi dari ketua perhimpunan pedagang, keberadaan lapak disebut sudah ada sejak sekitar 2012.
Penertiban dilakukan untuk mengembalikan ketertiban kawasan sekaligus memastikan trotoar dan badan jalan dapat digunakan sesuai fungsinya.
Ilyan menambahkan, perlengkapan milik PKL yang diamankan petugas dibawa ke gudang di Cakung, Jakarta Timur. Sementara barang dagangan tidak ikut diamankan.
"Yang kita bawa ke gudang Cakung itu perlengkapannya, dagangannya tidak," ujarnya.
Pemerintah berharap penertiban tersebut dapat membuat kawasan Senen menjadi lebih tertib, bersih, aman, dan nyaman bagi masyarakat. (rnm)



























