VOICE Indonesia
HOT
Peristiwa

Diduga Keracunan Usai Santap MBG, 12 Siswa SMK Al-Ilyas Garut Dilarikan ke Puskesmas

M. Rizki - VOICEIndonesia.co3 menit baca

Ringkasan Berita

AI
VOICE Indonesia di Google
Diduga Keracunan
Sebanyak 12 Siswa SMK Al-Ilyas, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Mengalami Gangguan Kesehatan dan Dilarikan ke Puskesmas(Foto: Voiceindonesia.co)

VOICEINDONESIA.CO, Garut – Sebanyak 12 siswa SMK Al-Ilyas, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Belasan siswa tersebut mengeluhkan sakit perut, mual, muntah, hingga pusing setelah menyantap makanan yang dibagikan di sekolah pada Kamis (5/11/2026).

Para siswa kemudian mendapatkan penanganan medis di Puskesmas pada Jumat (6/11/2026) siang.

Dari total 12 siswa yang mengalami keluhan, sembilan orang masih menjalani perawatan medis. Sementara tiga siswa lainnya telah diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatannya membaik.

Salah seorang orang tua siswa, Ujang, mengatakan anaknya yang duduk di kelas XII SMK Al-Ilyas turut mengalami gangguan kesehatan hingga harus mendapatkan perawatan di Puskesmas.

Menurutnya, gejala awal yang dialami sang anak berupa sakit perut dan buang air besar, kemudian disertai pusing serta mual.

"Awalnya buang air besar, sakit perut, terus pusing dan mual. Tapi anak saya tidak sampai muntah," ungkap Ujang, Sabtu (7/11/2026).

Ujang menduga gangguan kesehatan yang dialami anaknya berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi sehari sebelumnya di sekolah.

Berdasarkan cerita anaknya, menu yang disantap saat itu berupa nasi dan daging ayam.

"Katanya habis makan dari sekolah, makanan MBG. Yang dimakan nasi sama daging ayam," tuturnya.

Ia menambahkan, bukan hanya anaknya yang mengalami keluhan serupa. Sejumlah siswa lainnya juga merasakan gejala gangguan kesehatan hingga harus mendapatkan penanganan medis.

Kejadian ini memunculkan kekhawatiran di kalangan orang tua siswa terkait keamanan dan kualitas makanan yang diberikan melalui program Makan Bergizi Gratis.

Meski demikian, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan medis dan investigasi lebih lanjut.

Dinas Kesehatan Kabupaten Garut langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan investigasi dan penanganan terhadap para korban setelah menerima laporan sekitar pukul 09.00 WIB

Dinas Kesehatan Kabupaten Garut langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan investigasi dan penanganan terhadap para korban setelah menerima laporan sekitar pukul 09.00 WIB

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Asep Surahman, mengatakan bahwa berdasarkan pendataan sementara, dari 132 orang yang mengalami gejala, sebanyak 69 orang mendapatkan penanganan rawat jalan.

Sementara itu, 15 orang lainnya sempat menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, yakni 12 orang di Puskesmas Melangbong dan sisanya di Puskesmas Citras.

Asep menjelaskan, gejala yang paling banyak dialami para korban di antaranya mual, muntah, dan pusing.

Keluhan tersebut muncul dengan waktu yang bervariasi, mulai dari sore, malam, hingga pagi hari setelah makanan dikonsumsi.

Sampel Makanan Dikirim ke LaboratoriumUntuk memastikan penyebab kejadian tersebut, petugas telah mengamankan sejumlah sampel makanan yang dikonsumsi para penerima manfaat.

Adapun sampel yang diamankan terdiri dari beberapa jenis makanan, di antaranya nasi, buncis, melon, dan daging ayam.

Menurut Asep, sampel tersebut rencananya dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Jawa Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 14 hari. (Wil)

Pilihan Redaksi

SPPI Dorong Perda Perlindungan Pekerja Migran Manggarai Segera DibentukPekerja Migran Indonesia

SPPI Dorong Perda Perlindungan Pekerja Migran Manggarai Segera Dibentuk

VOICE Indonesia· 06 November 2026
##mbg #beracun #garut #puskesmas #daerah #peristiwa
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.