VOICEINDONESIA.CO, Pasuruan – Mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi memasuki musim hujan 2026–2027, Polres Pasuruan menggelar Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Sinergitas TNI-Polri, Pemerintah Daerah, beserta Elemen Masyarakat, Kamis (5/11).
Kegiatan di Lapangan Arja Arya Racana Polres Pasuruan dipimpin langsung Kapolres Pasuruan AKBP Irawan Setyono serta diikuti pejabat utama Polres Pasuruan, para Kapolsek jajaran, personel TNI, dan instansi terkait.
Apel ini menjadi wujud kesiapsiagaan lintas sektoral dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam, khususnya banjir, tanah longsor, angin kencang, serta bencana lainnya yang dapat terjadi akibat cuaca ekstrem.
Kapolres Pasuruan menyampaikan bahwa Provinsi Jawa Timur memiliki potensi kerawanan bencana alam yang cukup tinggi. Berdasarkan data sepanjang tahun 2026, tercatat 672 kejadian bencana alam yang mengakibatkan 28 orang meninggal dunia, 55 orang mengalami luka-luka, serta kerugian material mencapai Rp 7,552 miliar.
“Wilayah Pasuruan merupakan daerah rawan bencana pada musim penghujan nanti mulai dari tanah longsor, banjir hingga puting beliung,” kata Irawan.
Selain itu, berdasarkan prediksi BMKG, musim hujan 2026–2027 diperkirakan datang lebih lambat dari biasanya. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem.
“Kita harus mempersiapkan segala sesuatunya secara maksimal dan hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pertolongan,” tegasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan sarana dan prasarana pendukung penanggulangan bencana guna memastikan kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi lintas sektoral dalam menghadapi situasi darurat.
Melalui apel ini, diharapkan seluruh unsur terkait semakin siap, tanggap, dan solid dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.(joe)






















