VOICEINDONESIA.CO, Tangerang – Kartim, tidak pernah tahu anaknya berangkat ke Malaysia. Kabar itu baru ia dengar ketika polisi mengetuk pintu rumahnya dan memberi tahu bahwa anaknya sedang dirawat intensif di rumah sakit.
Orang tua Siti Rohaya (SR), pekerja migran Indonesia (PMI) asal Sepatan Timur, itu mengaku baru mengetahui kondisi anaknya setelah petugas kepolisian datang ke rumahnya, Rabu (4/11/2026).
"Ada petugas memberi kabar kalau Siti Rohaya sedang dirawat di Malaysia," katanya.
Kartim langsung menghubungi mantan istrinya untuk memastikan kabar tersebut. Sebelumnya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur mengonfirmasi SR, asisten rumah tangga asal Banten, disiksa majikannya.
Seorang warga Selangor menemukan SR ditelantarkan di pinggir jalan pada 16/10/2026 dan membawanya ke pos polisi. Polisi Diraja Malaysia (PDRM) mengamankan para pelaku, termasuk seorang agen yang mengirim SR, pada 18/10/2026. SR masih dirawat, dan Duta Besar RI untuk Malaysia mendapati kondisinya jauh lebih baik saat menjenguknya pada 27/10/2026.
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang menyiapkan pemulangan SR. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang akan bersurat ke Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI dan meminta keluarga segera menyerahkan laporan resmi.
Disnaker juga memeriksa data kependudukan SR dan keabsahan dokumen pemberangkatannya untuk memastikan jalurnya prosedural atau tidak.
"Kami akan melacak proses pemberangkatan Siti Rohaya, apakah legal atau ilegal. Kami juga memburu pihak agen penempatan atau penyalur PMI tersebut. Jika terbukti menggunakan jalur ilegal, tentu akan langsung kami proses hukum dan laporkan ke pihak berwajib," tegas Kepala Disnaker Kabupaten Tangerang Rudi Lesmana.






















