VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur bersama Dinas Sosial (Dinsos) Jatim dan Badan Perpustakaan dan Kearsipan (Baperpusip) Jatim menggelar edukasi kebencanaan di Sekolah Rakyat (SR) se-Jatim. Program tersebut diawali di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kota Pasuruan dan dilanjutkan di SRT 1 Kabupaten Gresik.
Sebanyak 18 sekolah rakyat yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur akan mendapat pembelajaran kebencanaan secara bertahap. Di SRT 1 Kabupaten Gresik, Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, sedikitnya 405 siswa yang terdiri dari 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 225 siswa SMA mengikuti kegiatan bersama guru serta wali asrama.
“Dengan simulasi yang diajarkan kepada siswa dan para guru tadi, insya Allah akan menjadi pembelajaran yang baik bagi kesiapsiagaan bencana di sekolah ini,” ujar Wakil Kepala Sekolah SRT 1 Gresik, Lily Sajidah Bestari, dalam siaran pers Selasa 11 Agustus 2026.
Kegiatan yang menghadirkan Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena) tersebut diawali dengan pengenalan potensi bencana di Jawa Timur dan materi pertolongan pertama gawat darurat (PPGD). Para siswa dan guru kemudian mengikuti simulasi evakuasi gempa bumi serta pemadaman api.
“Materi ini sangat penting sekali karena keberadaan SRT 1 Gresik ini berada di wilayah yang memiliki potensi gempa dan kebakaran,” kata Lily.
Selain materi kebencanaan dari BPBD Jatim, peserta mendapat pembelajaran story telling dari Baperpusip Jatim dan dukungan psikososial dari Tim Dinsos Jatim. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman siswa dan guru terhadap potensi bencana serta langkah penyelamatan diri.
“Dengan berbagai materi yang telah diberikan, mulai dari PPGD hingga simulasi evakuasi gempa bumi dan pemadaman api, kami berharap segenap siswa maupun guru di sekolah rakyat ini bisa semakin paham akan potensi bencana, sehingga mampu mengurangi risiko bencana yang ada,” ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Deni Kiki Melia Tamara.
Deni mengatakan edukasi di SRT 1 Gresik merupakan kegiatan kedua setelah edukasi serupa dilaksanakan di SRT Kota Pasuruan pada awal Agustus 2026. Program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melalui Kalaksa BPBD Jatim untuk memperluas edukasi kebencanaan kepada seluruh lapisan masyarakat.(joe)


























