VOICEINDONESIA.CO, Sidoarjo – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjenguk pasien korban keracunan makanan. Mereka adalah sejumlah santri Ponpes Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo.
Gubernur Khofifah menyapa satu persatu pasien, yang dirawat di RS Siti Hajar, Sidoarjo. Selain menanyakan kondisi terkini, Khofifah juga memberikan bingkisan dan tali asih sebagai bentuk perhatian.
"Bagaimana keadaannya nak? Mudah mudahan sudah sehat ya. Ini buat tambahan beli buku ya nak," kata Gubernur Khofifah kepada salah satu santri, Kamis, 3 September 2026.
Gubernur Khofifah berharap, kejadian ini tidak terulang kembali. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan monitoring dan evaluasi kepada semua lini, terlebih SPPG sebagai penyedia manfaat.
"Jadi memang kita harus terus berbenah. Semua lini melakukan monitoring, pengawasan dan sekaligus merekomendasikan, tidak hanya kepada BGN tapi kepada SPPG setempat," ujarnya.
SPPG yang kini telah disuspend ini, memberi manfaat kepada 18 unit lembaga pendidikan. Namun sebagian penerima tidak terjadi masalah, disinyalir perbedaan waktu pengiriman menjadi penyebab keracunan.
"Bahwa ini kasusnya, dimasak yang sama dengan format yang sama, tapi ada yang pengirimannya itu relatif lebih awal, dan itu aman. Tapi ketika kemudian pengirimannya terlambat ini yang kemudian menjadikan masalah," tuturnya.
Gubernur Khofifah menyampaikan terima kasih kepada seluruh Rumah Sakit yang memberi penanganan kepada korban. Dan mendoakan agar seluruh korban cepat pulih.
"Jadi mari kita terus berbenah. Anak-anak yang dirawat juga mudah-mudahan terus sehat, semua rumah sakit yang melakukan penanganan kami menyampaikan terima kasih," katanya.
Kedatangan Gubernur Khofifah mendapat sambutan hangat dari para wali santri maupun santri sendiri yang masih dirawat, salah satunya Priyani. Wali santri dari ananda Zaidan ini mengaku bersyukur atas kunjungan dan perhatian orang nomer satu di Jawa timur tersebut.
"Alhamdulillah. Terima kasih atas perhatian Gubernur Khofifah," ucapnya singkat.
Di Rumah Sakit Siti Hajar sendiri, hingga saat ini masih dirawat sebanyak 27 santri. Kemudian 24 santri diantaranya direncanakan akan pulang hari ini, sedangkan tiga lainnya masih menunggu observasi.(joe)



























