VOICEINDONESIA.CO, Denpasar – Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Bali, melakukan penyesuaian data perlintasan terhadap 94 penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Kami langsung melakukan penyesuaian, agar tidak ada penumpang yang dirugikan secara administratif akibat kondisi yang berada di luar kendali mereka,” kata Kepala Imigrasi Ngurah Rai Muhamad Novyandri di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Senin (7/9/2026).
Novyandri menjelaskan, penerbangan internasional yang terdampak merupakan Citilink Indonesia dengan nomor penerbangan QG-500 rute Denpasar-Dili, Timor Leste.
Sebanyak 94 calon penumpang penerbangan tersebut terdampak pembatalan setelah pesawat gagal berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.
Sebagai tindak lanjut, Imigrasi Ngurah Rai menyesuaikan data perlintasan 94 penumpang pada aplikasi perlintasan keimigrasian. Penyesuaian dilakukan agar data administrasi keimigrasian sesuai dengan kondisi aktual penerbangan.
Petugas juga memeriksa status izin tinggal seluruh penumpang yang terdampak. Hingga Senin (7/9), tidak ditemukan penumpang yang mengalami kelebihan masa izin tinggal (overstay) akibat pembatalan penerbangan tersebut.
Pihak Imigrasi Ngurah Rai memprioritaskan kepastian layanan keimigrasian di tengah kondisi alam yang berdampak terhadap operasional penerbangan.
Selain itu, petugas melakukan pemantauan intensif terhadap seluruh penerbangan internasional, baik kedatangan maupun keberangkatan. Pemantauan mencakup potensi keterlambatan, pembatalan, maupun pengalihan penerbangan.
Sementara itu, berdasarkan koordinasi dengan pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, hingga saat ini belum terdapat dampak langsung terhadap operasional bandara akibat erupsi yang terjadi di Selat Sunda tersebut.
Pelayanan dan pemeriksaan keimigrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga berjalan normal, aman, dan kondusif.
Aktivitas pemeriksaan keimigrasian di terminal kedatangan maupun keberangkatan internasional tetap berlangsung normal dan belum mengalami gangguan operasional yang berdampak langsung. (af)



























