VOICEINDONESIA.CO, Malang – Dampak musim kemarau di Kabupaten Malang semakin meluas. Krisis pasokan air bersih kini telah dirasakan ribuan warga di sejumlah wilayah, sehingga BPBD Kabupaten Malang terus memperluas distribusi bantuan air bersih.
Hingga Jumat (4/9), tercatat sekitar 3.884 kepala keluarga atau 11.809 jiwa terdampak kekeringan. Mereka tersebar di enam desa yang berada di lima kecamatan.
Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD Kabupaten Malang bersama sejumlah unsur terkait telah mendistribusikan 1.094.900 liter air bersih ke wilayah terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan penanganan krisis air bersih dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi di masing-masing wilayah.
Distribusi air terus diperluas seiring munculnya wilayah baru yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
“Kami BPBD juga mulai memperluas cakupan penanganan dengan menyalurkan bantuan ke Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare,” ujar Sadono, Sabtu (5/9).
Sadono menyebut bahwa Desa Kalirejo menjadi salah satu wilayah baru yang masuk dalam pemantauan dampak kekeringan. Di wilayah tersebut, sebanyak 55 kepala keluarga atau 116 jiwa tercatat terdampak.
Sementara itu, dalam distribusi terbaru, BPBD bersama mitra menyalurkan 93.600 liter air bersih menggunakan empat armada dengan total 15 rit pengiriman.
Bantuan tersebut disalurkan ke Desa Sumberagung dan Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan; Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan; Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung; Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo; serta Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare.
“Dari seluruh wilayah terdampak, Desa Karangkates menjadi penerima distribusi air bersih terbesar dengan total 364.300 liter,” ujarnya.
Kemudian Desa Tumpakrejo menerima 215.000 liter, Desa Sumberagung sebanyak 205.000 liter, dan Desa Sumberoto mencapai 96.000 liter.
Penanganan tidak hanya dilakukan melalui pengiriman air. Petugas Posko Tanggap Darurat BPBD juga melakukan asesmen kondisi kekeringan di Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak.
Bahkan, menurutnya BPBD turut menyalurkan bantuan berupa jeriken ke Desa Kedungbanteng dan Desa Sitiarjo. Bantuan tersebut digunakan warga untuk menyimpan air bersih yang telah didistribusikan.
“Di tengah meluasnya dampak kekeringan, BPBD Kabupaten Malang tetap melakukan pemantauan secara intensif. Selama periode Kamis (3/9) malam hingga Jumat (4/9) pagi, tidak tercatat adanya kejadian baru terkait kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” tutur Sadono.
Ia menyatakan jika Posko Tanggap Darurat BPBD tetap beroperasi selama 24 jam. Pemantauan dilakukan di 33 kecamatan melalui radio komunikasi, internet, layanan pesan singkat, WhatsApp, dan call center kebencanaan.
Penanganan krisis air bersih tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari PMI Kabupaten Malang, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Malang, Perumda Tirta Kanjuruhan, PJT I Karangkates, puskesmas, perangkat desa, relawan, hingga sejumlah mitra pendukung lainnya.
“Untuk itu, BPBD Kabupaten Malang mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air selama musim kemarau. Warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih juga diminta segera melapor agar proses asesmen dan pendistribusian bantuan dapat dilakukan lebih cepat,” tandasnya.
Dengan jumlah warga terdampak yang telah mencapai 11.809 jiwa, perluasan distribusi air bersih menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kebutuhan dasar masyarakat di tengah musim kemarau yang masih berlangsung.(joe)



























