VOICE Indonesia
Daerah

Peringati Hari Pramuka, Khofifah Ajak Generasi Muda Berperan Aktif di Pertanian

Farhan Sunday Mahardika - VOICEIndonesia.coEditor: Abdulloh Hilmi3 menit baca
VOICE Indonesia di Google
1000023804
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Memperingati Hari Pramuka(Foto: Dok.Humas Pemprov Jatim)

VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Gerakan Pramuka mengambil peran lebih besar dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendukung target swasembada pangan nasional. Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis untuk menjaga kemandirian pangan menuju Indonesia Emas 2045.

Ajakan itu disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Pramuka ke-65 pada 14 Agustus 2026 yang mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”

Khofifah mengatakan swasembada pangan bukan sekadar meningkatkan produksi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kedaulatan bangsa. Karena itu, keterlibatan generasi muda melalui Gerakan Pramuka dinilai menjadi salah satu kunci menghadapi tantangan pangan di masa depan.

“Gerakan Pramuka memiliki kekuatan hingga ke akar rumput. Potensi itu harus disinergikan untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendukung swasembada pangan nasional,” ujar Khofifah, Jumat (14/8/2026).

Menurutnya, kontribusi Pramuka tidak harus dimulai dari program besar. Langkah sederhana seperti memanfaatkan pekarangan untuk tanaman produktif, mengurangi pemborosan makanan, mengembangkan kebun pangan, mengenalkan pertanian kepada anak muda, hingga menjaga kelestarian lingkungan merupakan bentuk nyata mendukung ketahanan pangan.

Khofifah menilai Jawa Timur memiliki peran penting sebagai salah satu penyangga pangan nasional. Selain menjadi sentra produksi padi, provinsi ini juga menjadi penghasil gula terbesar di Indonesia.

Di sektor pergulaan, Jawa Timur menyumbang sekitar 51 persen produksi gula nasional. Sepanjang 2025, produksi gula kristal putih mencapai 1,34 juta ton, tertinggi dalam satu dekade terakhir.

“Posisi ini semakin mempertegas Jawa Timur sebagai penyangga utama industri gula nasional sekaligus daerah strategis dalam mewujudkan swasembada gula,” katanya.

Pada 2026, Jawa Timur juga mendapat mandat menjalankan Program Bongkar Ratoon seluas 48.315 hektare dan Program Perluasan Areal Tebu seluas 6.582 hektare. Total pengembangan tebu mencapai 54.897 hektare yang tersebar di 24 kabupaten sentra tebu.

Tak hanya itu, sektor padi juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas panen padi Jawa Timur pada 2025 mencapai sekitar 1,84 juta hektare, naik 13,88 persen dibanding tahun sebelumnya.

Produksi padi mencapai sekitar 10,44 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara sekitar 6,03 juta ton beras, meningkat 12,6 persen dibandingkan 2024.

Meski mencatatkan kinerja positif, Khofifah menegaskan keberlanjutan ketahanan pangan bergantung pada lahirnya generasi baru di sektor pertanian. Karena itu, Pramuka dinilai dapat menjadi wadah untuk menumbuhkan minat anak muda terhadap dunia pertanian modern.

“Pertanian hari ini bukan hanya tentang mencangkul dan menanam, tetapi juga teknologi, inovasi, digitalisasi, kewirausahaan, hingga membangun rantai nilai pangan yang berkelanjutan. Di sinilah Pramuka bisa mengambil peran strategis,” ujarnya.

Ia menambahkan, tantangan seperti perubahan iklim, ancaman krisis pangan, hingga perkembangan teknologi membutuhkan generasi yang adaptif, disiplin, dan memiliki semangat gotong royong.

Pada momentum Hari Pramuka ke-65, Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Gerakan Pramuka di Jawa Timur yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia berharap semangat Hari Pramuka menjadi pemacu bagi seluruh anggota untuk terus menjadi agen perubahan, tidak hanya dalam menjaga ketahanan pangan, tetapi juga melestarikan lingkungan, memperkuat solidaritas sosial, dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.(fsm)

Ringkasan AI

Gubernur Jawa Timur Khofifah mengajak Gerakan Pramuka berperan aktif dalam memperkuat ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Generasi muda dapat berkontribusi melalui langkah sederhana seperti memanfaatkan pekarangan untuk tanaman produktif dan mengembangkan kebun pangan.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

DPR Dukung Tiga Strategi Pemerintah untuk Pembayaran Gaji PPPKNasional

DPR Dukung Tiga Strategi Pemerintah untuk Pembayaran Gaji PPPK

Afifah· 13 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.