VOICE Indonesia
Ekonomi

Kementerian PKP Dorong Percepatan Realisasi Rumah Subsidi Tahun 2026

M. Rizki - VOICEIndonesia.co3 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Kementerian PKP
Kementerian PKP Membahas Evaluasi dan pembahasan strategi percepatan Tealisasi Rumah Subsidi Tahun 2026(Foto: Dok. Humas PKP/ilustrasi)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama BP Tapera, perbankan, asosiasi pengembang, asosiasi konsumen, dan seluruh ekosistem perumahan memperkuat koordinasi untuk mempercepat realisasi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2026. Evaluasi dan pembahasan strategi percepatan dilakukan di Grha Mandiri, Jakarta.

Rapat dipimpin Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati dan dihadiri Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho beserta jajaran, perwakilan perbankan termasuk Bank Pembangunan Daerah (BPD), asosiasi pengembang, asosiasi konsumen rumah susun dan rumah subsidi, serta pelaku ekosistem perumahan lainnya.

Memasuki akhir triwulan III 2026, realisasi FLPP tercatat sebanyak 160.070 unit atau 45,73 persen dari target 350.000 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 unit merupakan hunian vertikal, sementara sebagian besar lainnya merupakan rumah tapak.

Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama karena masih terdapat waktu sekitar tiga bulan hingga akhir tahun untuk mengejar target penyaluran. BP Tapera mencatat masih terdapat potensi sekitar 48.679 unit dari sisi demand yang dapat didorong dalam waktu dekat. Sementara dari sisi suplai, terdapat potensi sekitar 28.165 unit yang dapat mendukung percepatan penyaluran FLPP.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan koordinasi tersebut dilakukan untuk mempertajam langkah percepatan agar dalam tiga bulan terakhir tidak hanya dilakukan sosialisasi, tetapi langsung diarahkan pada proses pemasaran hingga closing dan akad.

“Waktu kita tinggal sedikit. Karena itu, kita mengundang seluruh stakeholder untuk bersama-sama melakukan akselerasi FLPP 2026. Kita ingin aksi yang dilakukan lebih konkret dalam tiga bulan ini, bukan hanya sosialisasi, tetapi bagaimana potensi yang ada bisa kita dorong sampai closing dan akad,” ujar Heru.

BP Tapera juga telah menyusun sejumlah strategi bersama bank penyalur untuk mengejar target hingga akhir tahun. Strategi tersebut antara lain memanfaatkan kuota FLPP di setiap provinsi dengan melakukan sosialisasi yang lebih terarah berdasarkan target market dari perbankan dan pengembang, menjalankan skema KPR alih pemilikan, serta mendorong pembiayaan kepemilikan rumah dengan membangun di atas lahan sendiri dan kredit renovasi.

Selain itu, BP Tapera akan melakukan roadshow mini property expo di sejumlah daerah untuk mempertemukan potensi konsumen dengan proyek rumah subsidi yang tersedia.

Dari sisi pengembangan dana, BP Tapera juga melihat adanya potensi sekitar 60.000 unit melalui skema KPR alih pemilikan. Potensi tersebut akan dipetakan lebih lanjut agar dapat mendukung percepatan penyaluran.

Upaya percepatan juga diarahkan pada sisi suplai. BP Tapera mendorong pengembang di daerah yang masih memiliki kesenjangan antara target dan readystock untuk menyesuaikan ketersediaan proyek sehingga rumah yang telah siap dapat segera dipasarkan kepada calon konsumen.

Dari sisi sistem dan sumber daya manusia, BP Tapera juga melakukan penguatan internal untuk mendukung pencapaian target. Langkah tersebut meliputi peningkatan kapasitas SDM, pengembangan sistem teknologi informasi, serta integrasi sistem BP Tapera dengan sistem perbankan untuk mendukung proses penyaluran.

Sri Haryati menekankan bahwa waktu yang tersisa harus dimanfaatkan untuk melakukan langkah yang lebih konkret dan membagi tugas secara jelas di setiap daerah.

“Sekarang bukan lagi waktunya hanya melakukan sosialisasi. Kita harus masuk pada aksi yang lebih konkret dan membagi tugas dengan jelas di setiap provinsi, siapa melakukan apa, potensi yang mana yang harus didorong, dan apa yang menjadi kendalanya. Ini yang harus kita kejar bersama dalam tiga bulan terakhir,” kata Sri.

Melalui evaluasi ini, Kementerian PKP berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi bersama BP Tapera, perbankan, pengembang, serta seluruh ekosistem perumahan guna mempercepat realisasi FLPP 2026.

Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong penyaluran pembiayaan perumahan secara optimal hingga akhir tahun, sehingga semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah dapat memperoleh akses terhadap hunian yang layak dan terjangkau. (rnm)

Ringkasan AI

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama BP Tapera, perbankan, asosiasi pengembang, asosiasi konsumen, dan seluruh ekosistem perumahan memperkuat koordinasi untuk mempercepat realisasi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2026. Evaluasi dan pembahasan strategi percepatan dilakukan di Grha Mandiri, Jakarta.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Pelindungan Awak Kapal Migran Disorot, Menteri P2MI Bahas Peralihan SIUPPAK ke SIP3MIPekerja Migran Indonesia

Pelindungan Awak Kapal Migran Disorot, Menteri P2MI Bahas Peralihan SIUPPAK ke SIP3MI

Afifah· 29 September 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.