VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Fidan membawa agenda padat mulai dari perluasan kerja sama bilateral, penguatan hubungan perdagangan dan pertahanan, hingga pembahasan isu keamanan regional yang kian memanas.
Sugiono menyebut Indonesia sangat menghargai solidaritas Turkiye yang selama ini konsisten berdiri bersama Indonesia dalam membela prinsip-prinsip bersama.
"Indonesia amat mengapresiasi dukungan teguh serta solidaritas Turkiye dalam membela prinsip-prinsip kita bersama," kata Sugiono dilansir Rabu (3/6/2026).
Di bidang ekonomi, Fidan disebut akan menekankan pendalaman kerja sama di sektor infrastruktur, energi, transportasi, digitalisasi, kecerdasan buatan, teknologi tinggi, dan industri makanan halal. Seluruh langkah itu diarahkan untuk mendorong volume perdagangan bilateral kedua negara hingga mencapai 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp178,3 triliun.
Selain ekonomi, Fidan juga akan meninjau proyek pertahanan yang sedang berjalan dan menilai potensi kerja sama baru di sektor tersebut. Di panggung geopolitik, pembahasan akan mencakup perkembangan di Gaza, situasi Iran dan Selat Hormuz, perang Rusia-Ukraina, hingga dinamika keamanan di kawasan Asia-Pasifik.
Soal Palestina, Turkiye dan Indonesia akan menegaskan kembali komitmen bersama untuk terus berdialog erat dan melanjutkan upaya mencapai perdamaian yang adil dan abadi di Gaza.
















