VOICE Indonesia
Internasional

Ditolak London, Trump Tetap Ngotot Dorong Penyatuan Irlandia

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: Redaksi2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump(Foto: Voiceindonesia.co/Ist)

VOICEINDONESIA.CO, Washington Dc – Presiden Amerika Serikat Donald Trump tetap bersikukuh mendorong penyatuan Irlandia dan Irlandia Utara, kendati pemerintah Inggris telah menegaskan penolakannya atas gagasan tersebut.

Trump menyampaikan pandangannya itu kepada wartawan saat berkunjung ke Irlandia, Minggu (13/9/2026), dengan menyebut penyatuan dua wilayah tersebut sebagai sesuatu yang alami.

"Saya selalu mencintai rakyat Irlandia dan menurut saya Anda memiliki Irlandia Utara dan Anda memiliki Irlandia, dan menurut saya salah satu hal yang paling alami sepanjang masa adalah menyatukan keduanya," kata Trump.

Trump juga menanggapi sikap Perdana Menteri Inggris Andy Burnham yang menegaskan tidak akan ada pemungutan suara konstitusional tanpa persetujuan mayoritas di Irlandia Utara. Presiden AS itu mengabaikan penolakan resmi tersebut.

"Semua orang mengatakan begitu, lalu berbagai hal terjadi," katanya.

Pernyataan tersebut muncul setelah London menolak pandangan Trump yang sebelumnya, dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin di Dublin, mengatakan ia akan senang melihat Irlandia bersatu dan penyatuan itu sebaiknya terjadi sekarang.

Kantor Perdana Menteri Inggris menegaskan persyaratan dalam Good Friday Agreement 1998 belum terpenuhi. Perjanjian itu menetapkan referendum hanya dapat digelar apabila mayoritas di Irlandia Utara secara jelas mendukung untuk meninggalkan Inggris.

Perdebatan ini muncul bersamaan dengan rencana pertemuan Perdana Menteri Irlandia Utara Michelle O'Neill, Perdana Menteri Skotlandia John Swinney, dan Perdana Menteri Wales Rhun ap Iorwerth di Cardiff pada Senin, untuk membahas perubahan konstitusional serta penguatan kerja sama di luar kendali London.

Beralih ke kebijakan energi, Trump berpendapat Inggris harus menghentikan proyek energi terbarukan dan memanfaatkan cadangan bahan bakar fosil di lepas pantai Skotlandia untuk menghindari kehancuran ekonomi.

"Jika mereka membuka kawasan Laut Utara, Inggris akan menjadi negara kaya. Jika mereka tidak membuka kawasan Laut Utara, Inggris akan bangkrut," ungkapnya.

Ia turut mengeklaim sejumlah perusahaan minyak internasional terus mendesaknya untuk mendukung pengeboran di Laut Utara, sembari mengkritik ketergantungan Inggris saat ini pada impor energi dari Norwegia dan Denmark.

Ringkasan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump tetap bersikukuh mendorong penyatuan Irlandia dan Irlandia Utara, kendati pemerintah Inggris telah menegaskan penolakannya atas gagasan tersebut. Trump menyampaikan pandangannya itu kepada wartawan saat berkunjung ke Irlandia, Minggu (13/9/2026), dengan menyebut penyatuan dua wilayah tersebut sebagai sesuatu yang alami.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Tekan Jalur Penempatan Ilegal, APJATI Perluas Akses Kerja PMI di MalaysiaPekerja Migran Indonesia

Tekan Jalur Penempatan Ilegal, APJATI Perluas Akses Kerja PMI di Malaysia

Afifah· 13 September 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.