VOICEINDONESIA.CO, Washington Dc – Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth berjanji akan menuntaskan perang melawan Iran, saat berpidato dalam upacara peringatan 25 tahun serangan 11 September 2001 di Pentagon.
Hegseth tampil bersama Presiden Donald Trump dan Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine dalam upacara yang mengenang hampir 3.000 korban serangan tersebut sekaligus memberi penghormatan kepada personel militer dan petugas tanggap darurat.
"Masih ada musuh yang membenci kita," kata Hegseth dilansir Sabtu (12/9/2026).
Ia memperingatkan bahwa pihak lawan terus berupaya membatasi kekuatan Amerika Serikat dan membunuh warga Amerika, seraya menegaskan Washington tetap waspada menghadapi ancaman semacam itu.
Beralih ke topik Iran, Hegseth mengeklaim AS telah meluluhlantakkan pihak yang disebutnya sebagai sponsor negara untuk terorisme paling produktif di dunia selama enam bulan terakhir. Ia menuduh kepemimpinan Iran menginginkan kematian bagi AS selama hampir setengah abad serta bersorak atas serangan 11 September.
"Namun, mereka tidak memperhitungkan presiden ini," kata Hegseth, merujuk pada Trump.
Ia mengeklaim pasukan AS telah menewaskan para pemimpin Iran, menghancurkan angkatan udara dan angkatan laut negara itu, serta melumpuhkan pertahanan udaranya.
"Kami terus mengirim para teroris ke tempat yang semestinya bagi mereka, neraka, dan kapal-kapal tanker ke dasar laut, tempat yang memang menjadi tujuan mereka," kata Hegseth.
Ia menambahkan Washington tengah berupaya memastikan Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir, seiring tekanan ekonomi yang terus diperketat terhadap Teheran.
"Kami menguasai Selat itu," ujar Hegseth, merujuk pada Selat Hormuz.
"Kami akan menuntaskan perang ini," katanya.
Sementara itu, Trump memberikan penghormatan kepada pasukan AS yang bertugas dalam perang melawan teror, serta kepada petugas tanggap darurat dan aparat penegak hukum.
"Kami memberikan penghormatan kepada para anggota militer yang saat ini sedang bekerja untuk memastikan bahwa sponsor teror nomor satu di dunia, Republik Islam Iran, tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," kata Trump.
"Tanggal 11 September mengingatkan kita akan kekuatan kebencian yang mengerikan," kata Trump.
Ia menambahkan 25 tahun sejak serangan itu turut menunjukkan kekuatan semangat Amerika yang jauh lebih besar untuk bertahan, bangkit, dan meraih kemenangan.



























