
Ni Luh Djelantik Minta Pemerintah Perhatian, Repost Video Viral TKW di Malaysia Kelelahan Ekstrem
Ringkasan AI
**Rangkuman:** Anggota DPD Bali Ni Luh Djelantik meminta pemerintah memberikan perhatian serius pada nasib pekerja migran Indonesia (PMI) setelah viral video seorang TKW asal Jambi yang bekerja di Malaysia terlihat kelelahan ekstrem dan tidak diizinkan istirahat oleh majikannya. Djelantik mendesak Kemen PPPA, Kemnaker, dan Kemenlu untuk mengambil tindakan, menekankan bahwa perlindungan hukum dan pengawasan ketat sangat penting untuk PMI di luar negeri. Ia juga mengimbau calon PMI memilih jalur resmi dan menekankan pentingnya edukasi mengenai hak dasar, termasuk hak untuk beristirahat guna mencegah gangguan mental.
Powered by Ajakin.id — AI EnginePilihan Redaksi
Pekerja Migran IndonesiaPelindungan Awak Kapal Migran Disorot, Menteri P2MI Bahas Peralihan SIUPPAK ke SIP3MI
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Jadwal Event Terbaru
Agenda pameran, job fair, dan seminar pilihan
Punya acara dan ingin diliput VOICE? Kerja samanya gratis — barter promosi.
Ajukan Kerja SamaKomentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Polresta Barelang Tetapkan 2 Tersangka Baru dalam Bentrokan di Setokok
Daerah

Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Mendadak Raib, Bappisus: Investigasi Makin Dalam
News

DPR Sepakati APBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Ditargetkan 6 Persen
Ekonomi

KPK Panggil Ulang Dosen Universitas Brawijaya Terkait Kasus Silmy Karim
Hukum

Kandaskan China, Leo-Daniel Sabet Emas Asian Games Aichi-Nagoya
Olahraga
Editorial

Menanti Taji Kemen P2MI Tanpa Berlindung Dibalik Amandemen

Pintu Tunggal Agensi Menyekat Pelindungan Pekerja Migran di Malaysia

Skandal SI Permit: Saat Negara Absen, Pekerja Migran Diperas hingga 145 Miliar

Risih Berita Viral, Pejabat Coba Pembungkaman Pers Terkait TPPO

Integrasi Data Real Time Perkuat Layanan Imigrasi














