VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Langkah Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggelar seleksi kerja bagi penyandang disabilitas tuli dinilai dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi kelompok difabel, tetapi juga terhadap produktivitas ekonomi nasional.
Pengamat ekonomi sekaligus dosen senior Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (FEB Unpad), Yayan Satyakti, mengatakan pembangunan ekonomi yang inklusif harus memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh warga negara untuk berkontribusi di dunia kerja.
"Penyandang disabilitas memiliki kapasitas dan kompetensi yang tidak kalah dengan tenaga kerja lainnya. Tantangannya selama ini lebih banyak pada akses dan kesempatan," ungkapnya, Kamis (11/6/2026).
Menurut dia, semakin banyak kelompok disabilitas yang terserap ke pasar kerja, semakin besar pula potensi peningkatan produktivitas yang dapat dihasilkan.
"Ketika lebih banyak masyarakat terserap ke dunia kerja, maka produktivitas ekonomi meningkat. Ini bukan hanya isu sosial, tetapi juga isu pembangunan ekonomi," ujarnya.
Yayan menilai keterlibatan perusahaan dalam membuka ruang kerja yang inklusif perlu terus didorong agar kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas semakin luas.
"Dunia usaha perlu melihat tenaga kerja disabilitas berdasarkan kompetensinya. Semakin banyak perusahaan yang membuka ruang inklusif, semakin besar pula manfaat ekonomi yang bisa dihasilkan," katanya.
Kemnaker menyelenggarakan seleksi kerja bagi penyandang disabilitas tuli melalui pertemuan langsung dengan dunia usaha dalam skema rekrutmen berbasis kompetensi dan kesetaraan akses kerja.


















