VOICE Indonesia
Ketenagakerjaan

Bukan Cuma Lulusan Baru, Pekerja Lama Juga Perlu Upskilling Hadapi Green Jobs

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: Redaksi2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor(Foto: Voiceindonesia.co/Ist)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Pergeseran pasar kerja menuju green jobs ternyata tidak hanya menuntut kesiapan lulusan baru, tetapi juga pekerja yang sudah lama berkecimpung di dunia profesional. Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan pekerja lama perlu mendapat kesempatan meningkatkan keahlian atau mempelajari kemampuan baru agar tidak tertinggal seiring transformasi industri.

Afriansyah mengajak pemerintah daerah mulai fokus menyiapkan SDM untuk pekerjaan ramah lingkungan yang diperkirakan semakin berkembang seiring transformasi usaha dan penerapan prinsip keberlanjutan di berbagai sektor.

"Zaman sekarang sudah berbeda. Saya meminta daerah-daerah untuk fokus pada pekerjaan baru, yaitu green jobs," ujar Afriansyah dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Ia menyebut Kemnaker siap membantu lewat satuan pelayanan pelatihan yang tersebar di berbagai wilayah, yang bisa dimanfaatkan daerah untuk menyusun pembelajaran selaras dengan karakter ekonomi lokal dan peluang pekerjaan yang tersedia di masing-masing wilayah.

Afriansyah menegaskan penyusunan materi pelatihan juga perlu melibatkan langsung perusahaan, mengingat kesenjangan antara kemampuan lulusan dan kualifikasi yang ditetapkan pemberi kerja masih menjadi faktor utama yang menghambat penyerapan tenaga kerja selama ini.

"Mereka juga perlu mengenal standar pekerjaan, budaya profesional, serta keterampilan praktis yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari," kata Wamenaker.

Ia mendorong pemerintah daerah mempertemukan pelaku usaha dengan lembaga pendidikan lewat skema link and match, yang bisa diterapkan bersama SMA, SMK, dan satuan pendidikan sederajat agar pembelajaran benar-benar terkait langsung dengan kebutuhan dunia profesional.

Afriansyah menilai kesiapan SDM ini juga berkaitan erat dengan investasi, sebab kehadiran penanam modal akan memberi manfaat lebih besar jika daerah sudah memiliki calon pekerja dengan keahlian sesuai bidang usaha yang berkembang di wilayahnya.

Untuk itu, ia mendorong pemetaan sektor ekonomi dilakukan sejak awal sebagai dasar menentukan jenis pelatihan yang relevan, termasuk untuk menghadapi kebutuhan profesi baru akibat otomatisasi, teknologi, dan penerapan praktik ramah lingkungan.

"Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadapi perubahan struktur pasar kerja. Selain pekerjaan konvensional, daerah perlu mulai mempersiapkan tenaga kerja untuk jenis pekerjaan baru yang muncul akibat perkembangan teknologi dan perubahan industri," kata Afriansyah.

Ringkasan AI

Pergeseran menuju green jobs menuntut pekerja lama untuk meningkatkan keahlian agar tak tertinggal dalam transformasi industri. Pemerintah daerah diimbau fokus menyiapkan SDM melalui pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal dan keterlibatan perusahaan guna mendukung penyerapan tenaga kerja dan investasi.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Perlindungan Bagi 60 Ribu PMI di Korea Selatan Harus DitingkatkanPekerja Migran Indonesia

Perlindungan Bagi 60 Ribu PMI di Korea Selatan Harus Ditingkatkan

S Nurafifa· 11 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.