VoiceIndonesia.co, Manado - Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Steven Kandouw menyebut saat ini Gubernur Olly Dondokambey sedang giat-giatnya mengirimkan tenga kerja ke luar negeri yang diwadahi, diinisiasi bahkan diatur oleh pemerintah Provinsi.
Ia mengatakan bahwa pengiriman tenaga kerja ke luar negeri bisa menjadi langkah preventif untuk mencegaj Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
"Ya, ini merupakan salah satu langkah pencegahan yang dilakukan pemerintah daerah, kami optimis," sebut Steven di Manado, Senin, 9 Oktober 2023.
Dilansir dari ANTARA, Selasa, 10 Oktober 2023, ditargetkan sebanyak dua ribu orang selama satu tahun.
"Pengiriman tenaga kerja ini ditargetkan sebanyak 2.000 orang selama satu tahun. Kita berharap dengan mengirimkan tenaga kerja ke luar negeri ini mengurangi probabilitas TPPO," ungkapnya.
📖 Baca Juga ↗Curhat ke BP2MI, PMI Sektor Perikanan di Korea Selatan Minta Empat Jaminan AsuransiSteven Kandouw berharap agar penempatan kerja ke luar negeri ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pemuda-pemudi Sulut untuk meraih masa depan yang lebih baik.
"Pemerintah daerah juga berharap jangan mau dibodohi bekerja dengan pekerjaan-pekerjaan yang berpotensi menjadi korban TPPO," ungkapnya.
Wakil Gubernur Steven Kandouw mengatakan agar sosialisasi TPPO ini terus dilakukan termasuk menggandeng semua pihak terkait di dalamnya ada pemerintah daerah, jajaran kepolisian hingga tokoh agama.
"TPPO ini ibaratnya seperti gunung es yang ketahuan baru 76 orang. Banyak mungkin yang malu melaporkan. Perlu upaya-upaya pencegahan," ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang cepat melakukan penanganan terhadap kasus-kasus TPPO.



























