VOICE Indonesia
News

Petani Sukajaya Trauma Psikologis Akibat Intimidasi Konsisten oleh PT PMC

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: Redaksi2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Foto menampilkan Asep Suryana mengenakan jaket hoodie berwarna hitam, tengah berbicara menggunakan corong pengeras suara berwarna putih dengan kabel spiral yang terhubung ke perangkat lain
Petani Kampung Maduhur, Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Asep Suryana(Foto: Voiceindonesia.co/Dok. Pribadi)

VOICEINDONESIA.CO, Bogor – Kondisi psikologis sejumlah warga dan petani di Kampung Maduhur, Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, ternyata sudah mencapai level menengah hingga atas akibat rangkaian intimidasi yang mereka klaim dilakukan secara konsisten oleh PT PMC, kata petani setempat Asep Suryana kepada VOICEINDONESIA.CO, Minggu (30/8/2026).

Asep mengklaim ada intimidasi dan penganiayaan yang konsisten dilakukan PT PMC terhadap petani maupun warga setempat.

"Jadi ada intimidasi, ada penganiayaan gitu yang itu cukup konsisten dilakukan oleh PT. PMC terhadap petani, terhadap warga," ungkapnya.

Ia menyebut tindakan tersebut menumbuhkan rasa takut di tengah masyarakat, dengan dampak psikis yang menurutnya cukup nyata dirasakan warga setempat.

"Jadi pada akhirnya kan ada rasa takut yang tumbuh di tengah masyarakat tuh dan ada dampak psikis yang nyata bahkan itu," ujarnya.

Asep mengklaim warga dan petani telah menjalani asesmen dari lembaga swadaya masyarakat (NGO) internasional yang memiliki kompetensi di bidang tersebut, dengan hasil menunjukkan kondisi psikologis warga berada pada level menengah hingga atas.

"Bahkan beberapa waktu lalu warga dan petani itu sudah dapat assessment dari pihak yang punya kompetensi dari NGO luar yang kemudian itu dinyatakan kondisinya sampai kondisi menengah sampai atas kondisi psikologisnya yang akhirnya mereka terdampak," tambahnya.

Ia menambahkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) turut turun langsung ke kampung tersebut untuk menginvestigasi dampak psikologis yang dialami masyarakat terdampak.

"Juga dari Komnas HAM turun ke lapangan, ke kampung untuk menginvestigasi masyarakat-masyarakat yang terdampak secara psikologisnya," katanya.

Asep menegaskan klaim yang disampaikannya bukan sekadar narasi sepihak, melainkan berdasarkan fakta lapangan yang mencakup riwayat tanah, aktivitas masyarakat, hingga dampak nyata yang dialami warga.

"Jadi kita bukan hanya membawa narasi tapi fakta lapangan gitu. Bahwa disitu ada riwayat tanah, bahwa ada aktivitas masyarakat. Bahkan juga ada dampak yang dialami oleh masyarakat pada akhirnya gitu kan," pungkasnya.

Ringkasan AI

Kondisi psikologis sejumlah warga dan petani di Kampung Maduhur, Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, ternyata sudah mencapai level menengah hingga atas akibat rangkaian intimidasi yang mereka klaim dilakukan secara konsisten oleh PT PMC, kata petani setempat Asep Suryana kepada VOICEINDONESIA.CO, Minggu (30/8/2026).

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Jalin Kerja Sama, Kemnaker Janjikan Pelindungan Peserta Pemagangan di JepangPekerja Migran Indonesia

Jalin Kerja Sama, Kemnaker Janjikan Pelindungan Peserta Pemagangan di Jepang

Afifah· 28 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.