VOICE Indonesia7 Tahun VOICEIndonesia.co
VOICE Indonesia7 Tahun VOICEIndonesia.co

7 Tahun VOICEIndonesia.co — bagikan kritik, saran, apresiasi, atau ucapan Anda!

Kirim Pesan
Ketenagakerjaan

Menaker Akui Ada Skill Gap Antara Pencari Kerja dengan Industri

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: Abdulloh Hilmi2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli(Foto: Voiceindonesia.co/Kemnaker)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Lulusan matematika dan ilmu pengetahuan alam (MIPA) selama ini kerap dipandang sempit peluang kerjanya, padahal penguasaan sains justru menjadi fondasi penting bagi pengembangan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang kini banyak dicari industri.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menilai lulusan MIPA sebenarnya memiliki peluang luas di berbagai sektor jika kurikulumnya terus dibenahi mengikuti kebutuhan zaman.

Ia menegaskan kurikulum pendidikan MIPA perlu terus dievaluasi agar mampu membekali mahasiswa dengan kemampuan analitis dan pemecahan masalah, dua kompetensi yang menurutnya kini menjadi modal utama bersaing di dunia kerja.

"Kompetensi dasar yang kuat merupakan modal penting bagi tenaga kerja Indonesia untuk beradaptasi dengan perubahan dunia kerja sekaligus meningkatkan daya saing bangsa," ujarnya pada Jumat (7/8/2026).

Ia menyoroti masih adanya mismatch antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan tuntutan dunia kerja, termasuk skill gap antara kemampuan pencari kerja dan kebutuhan industri yang menurutnya harus segera diatasi lewat berbagai upaya peningkatan kualitas lulusan.

"Masih terdapat mismatch antara kompetensi lulusan dengan tuntutan dunia kerja, termasuk skill gap antara kemampuan yang dimiliki pencari kerja dan kebutuhan industri," lanjut Menaker.

Yassierli menegaskan pendekatan STEM perlu terus diperkuat agar lulusan memiliki kompetensi yang semakin relevan dengan kebutuhan industri, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang juga menekankan pentingnya fondasi STEM dalam membangun sumber daya manusia yang mampu mengikuti perkembangan teknologi.

Ia mengapresiasi kolaborasi yang selama ini dibangun antarperguruan tinggi dalam mempersiapkan lulusan berkualitas, sebuah langkah yang dinilainya memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia secara keseluruhan.

"Ini merupakan langkah yang sangat positif dan patut didukung. Kolaborasi perguruan tinggi dalam mempersiapkan lulusan yang berkualitas akan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia," katanya.

Ringkasan AI

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengakui adanya gap keterampilan antara pencari kerja dan kebutuhan industri, terutama di lulusan MIPA. Ia menekankan pentingnya evaluasi kurikulum dan penguatan STEM agar lulusan memiliki kompetensi analitis dan pemecahan masalah yang relevan dengan dunia kerja.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Selain Langgar Izin Tinggal, 25 Warga Vietnam Ternyata Terlibat Investasi BodongImigrasi

Selain Langgar Izin Tinggal, 25 Warga Vietnam Ternyata Terlibat Investasi Bodong

S Nurafifa· 07 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.