VOICE Indonesia
Ketenagakerjaan

Program Pembinaan Tenaga Kerja Mandiri Cetak Seribu Pelaku Usaha

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: Abdulloh Hilmi2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli(Foto: Voiceindonesia.co/Humas Kemnaker)

VOICEINDONESIA.CO, Pontianak – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) ternyata telah memiliki profil sekitar 1.000 pelaku usaha yang berhasil mengembangkan usaha sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan baru lewat program pembinaan Tenaga Kerja Mandiri.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkap capaian tersebut dalam sambutannya secara daring pada kegiatan Kick Start Nasional Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) BPJS Ketenagakerjaan yang diikuti dari Pontianak.

"Teman-teman dari BPJS Ketenagakerjaan tidak perlu membangun dari awal karena kami sudah memiliki pipeline dan model pembinaannya," ujar Yassierli pada Selasa (18/8/2026).

Ia mencontohkan pelaku industri kecil di Majalaya yang mampu mengembangkan usahanya hingga mempekerjakan sekitar 10 orang, sebuah bukti nyata bahwa pendampingan bisa mendorong penerima manfaat berkembang menjadi pencipta lapangan kerja.

Pada kesempatan yang sama, Yassierli mendorong pemanfaatan santunan BPJS Ketenagakerjaan sebagai modal usaha bagi penerima manfaat dan ahli waris agar mampu membangun kemandirian ekonomi.

"Uang tersebut bisa digunakan sebaik-baiknya untuk membuat atau menginisiasi sebuah usaha," katanya.

Yassierli menilai pemberian santunan tidak seharusnya menjadi akhir dari perlindungan sosial, melainkan bisa dilanjutkan lewat pendampingan agar dana tersebut menghasilkan sumber pendapatan berkelanjutan.

Ia mengapresiasi inisiatif BPJS Ketenagakerjaan yang tidak hanya memberikan santunan, tetapi juga berupaya mengawal penerima manfaat agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri, sebuah pendekatan yang dinilainya sejalan dengan program Tenaga Kerja Mandiri Kemnaker lewat pembinaan, pelatihan kewirausahaan, pemberian modal, dan pendampingan.

Yassierli menekankan kolaborasi menjadi kunci memperluas perlindungan dan kemandirian pekerja, mengingat persoalan ketenagakerjaan tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah pusat.

Ia menilai pemerintah daerah, BPJS Ketenagakerjaan, perbankan, serta berbagai pemangku kepentingan perlu menyatukan program agar manfaat jaminan sosial memberikan dampak ekonomi yang lebih panjang.

Selain pemberdayaan ekonomi, Yassierli menyebut Kemnaker turut memperkuat program pemagangan nasional dengan target 150 ribu peserta pada 2026 untuk membantu lulusan perguruan tinggi memperoleh pengalaman dan kompetensi kerja.

Ringkasan AI

Pontianak – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) ternyata telah memiliki profil sekitar 1.000 pelaku usaha yang berhasil mengembangkan usaha sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan baru lewat program pembinaan Tenaga Kerja Mandiri. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkap capaian tersebut dalam sambutannya secara daring pada kegiatan Kick Start Nasional Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Pene

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Potret Buram Migrasi: PMI Diduga Korban TPPO Menjerit Di Hari KemerdekaanPekerja Migran Indonesia

Potret Buram Migrasi: PMI Diduga Korban TPPO Menjerit Di Hari Kemerdekaan

VOICE Indonesia· 17 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.