VOICE Indonesia
Ketenagakerjaan

Tujuh Menteri Ikut Bahas Perpres Ojol

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: Redaksi1 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi(Foto: Voiceindonesia.co/Kemensesneg)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Rancangan Peraturan Presiden tentang ojek online kini memasuki tahap akhir pembahasan lewat rapat koordinasi yang melibatkan tujuh menteri sekaligus di gedung DPR RI, Senayan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memimpin langsung finalisasi beleid tersebut bersama pimpinan DPR.

Pras mengungkap rapat ini juga membahas keputusan terkait persoalan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang berlangsung bersamaan dengan pembahasan perpres ojol.

"Tadi sudah saya sampaikan, kami izin mohon waktu, karena setelah ini kami mau finalisasi mengenai yang saudara tanyakan, perpres ojol, dan keputusan tentang masalah P3K juga," kata Pras di kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Selain soal perpres ojol, Pras turut berkoordinasi dengan pimpinan DPR menyangkut sejumlah Surat Presiden yang meliputi calon definitif Gubernur Bank Indonesia serta beberapa nama calon duta besar yang akan ditugaskan ke berbagai negara.

"Tadi kami sudah berkoordinasi dengan Pimpinan DPR dengan Ibu Puan, dengan Pak Dasco dan sudah secara resmi kami serahkan beberapa surpres," katanya.

Rapat finalisasi perpres ojol ini melibatkan sejumlah pejabat tinggi lain, di antaranya Wamensesneg, Menaker Yassierli, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menkomdigi Meutya Hafid, Menteri Hukum Supratman, COO Danantara Dony Oskaria, dan Mendagri Tito Karnavian.

Ringkasan AI

Rancangan Perpres tentang ojek online sedang dalam tahap finalisasi melalui rapat koordinasi yang melibatkan tujuh menteri dan pimpinan DPR di Gedung DPR RI. Selain perpres ojol, rapat juga membahas keputusan terkait Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) serta surat presiden tentang calon gubernur BI dan duta besar.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

100.000 WNI Bakal Dikirim Kerja ke Jepang per Tahun, Kampus Bakal Punya Satgas KhususPekerja Migran Indonesia

100.000 WNI Bakal Dikirim Kerja ke Jepang per Tahun, Kampus Bakal Punya Satgas Khusus

S Nurafifa· 10 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.