VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Rancangan Peraturan Presiden tentang ojek online kini memasuki tahap akhir pembahasan lewat rapat koordinasi yang melibatkan tujuh menteri sekaligus di gedung DPR RI, Senayan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memimpin langsung finalisasi beleid tersebut bersama pimpinan DPR.
Pras mengungkap rapat ini juga membahas keputusan terkait persoalan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang berlangsung bersamaan dengan pembahasan perpres ojol.
"Tadi sudah saya sampaikan, kami izin mohon waktu, karena setelah ini kami mau finalisasi mengenai yang saudara tanyakan, perpres ojol, dan keputusan tentang masalah P3K juga," kata Pras di kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Selain soal perpres ojol, Pras turut berkoordinasi dengan pimpinan DPR menyangkut sejumlah Surat Presiden yang meliputi calon definitif Gubernur Bank Indonesia serta beberapa nama calon duta besar yang akan ditugaskan ke berbagai negara.
"Tadi kami sudah berkoordinasi dengan Pimpinan DPR dengan Ibu Puan, dengan Pak Dasco dan sudah secara resmi kami serahkan beberapa surpres," katanya.
Rapat finalisasi perpres ojol ini melibatkan sejumlah pejabat tinggi lain, di antaranya Wamensesneg, Menaker Yassierli, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menkomdigi Meutya Hafid, Menteri Hukum Supratman, COO Danantara Dony Oskaria, dan Mendagri Tito Karnavian.























