VOICE Indonesia
Ketenagakerjaan

Wamen Christina: KP2MI Siap Tangkap Peluang Penempatan Caregiver Profesional Indonesia di Singapura

Redaksi - VOICEIndonesia.co3 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Wamen Christina: KP2MI Siap Tangkap Peluang Penempatan Caregiver Profesional Indonesia di Singapura
Wamen Christina: KP2MI Siap Tangkap Peluang Penempatan Caregiver Profesional Indonesia di Singapura

VOICEINDONESIA.CO,Jakarta - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani melakukan koordinasi lima kementerian terkait sinergi mobilisasi dan penempatan perawat lansia atau caregiver profesional di luar negeri. 

Koordinasi ini sejalan dengan Program Care Economy Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (KemenPPPA) yang bertujuan meningkatkan ekonomi, profesi dan standarisasi perempuan Indonesia. Singapura menjadi pilot project koordinasi lintas lima kementerian ini, yakni Kementerian PPPA, Kementerian P2MI, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Kementerian PPN/Bappenas.

Sebanyak 166 ribu dari total 250 ribu orang Indonesia yang tinggal di Singapura merupakan pekerja domestik perempuan. Lalu terdapat kebutuhan 24 ribu tenaga perawat hingga 2030 mendatang.

“Kami tentunya terbuka untuk kerja sama penempatan pekerja migran di Singapura, khususnya caregiver. Tinggal skema seperti apa yang mau kita jalankan. Ini bisa menjadi pilot project pertama,” kata Christina Aryani di Kementerian PPPA, Selasa (15/4/2025). 

Wamen Christina menyebut, beberapa skema penempatan yang bisa dikerjasamakan, seperti Government to Government (G to G) atau Government to Private (G to P). 

Baca Juga :

"Termasuk apa saja persyaratan dan kompetensi yang harus dipenuhi, sehingga kita bisa mencarikan talent caregiver yang sesuai dengan kebutuhan Singapura," kata Christina.

Wamen P2MI juga siap berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian PPN/Bappenas untuk pelatihan calon pekerja migran yang hendak diberangkatkan ke Singapura sebagai caregiver.

"Sehingga nanti tenaga kerja yang dikirimkan betul-betul siap untuk bekerja baik di panti wredha maupun di rumah mengurus lansia," ujar Christina Aryani.

Sementara itu, Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan menambahkan, lewat kerja sama ini, kemampuan pekerja migran domestik perempuan bisa meningkat. Dengan kemampuan yang meningkat, tentunya ekonomi perempuan turut meningkat, di tengah peningkatan populasi lanjut usia di seluruh dunia.

"Kita sedang berupaya menambah peluang ekonomi di profesi care (perawat domestik/perawat lansia) dengan menambahkan kemampuannya. Jika kita bisa jalankan program G to G dengan pemerintah Singapura lewat pilot project ini, kita akan membuka peluang pekerjaan baru untuk perempuan, tentunya dengan keterampilan yang meningkat, gaji juga akan meningkat," jelas Veronica.

Terkait pemilihan Singapura, Vero, begitu ia akrab disapa menambahkan, belum ada kerja sama khusus dengan Negeri Singa tersebut terkait penempatan caregiver dan pekerja domestik khusus pengasuh lansia.

"Kebetulan dekat dan banyak pekerja domestik yang nonprosedural. Kenapa kita tidak mengangkat ini sebagai peluang, apalagi kebutuhan pekerja domestik Indonesia di sana juga masih banyak dan di Indonesia ada kebutuhan mengurangi pengangguran dan meningkatkan ekonomi," kata Wamen PPPA.

Sementara Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer menambahkan kementeriannya siap membantu pelatihan melalui balai latihan kerja (BLK) terkait sinergi mobilisasi dan penempatan pengasuh atau caregiver profesional di luar negeri. 

"Harapannya, lewat sinergi lintas kementerian ini akan mampu menerjemahkan apa yang diinginkan Presiden Prabowo soal kesejahteraan, pengurangan pengangguran dan pengentasan kemiskinan," ujar Noel *

Ringkasan AI

# Rangkuman Berita Wakil Menteri P2MI Christina Aryani mengkoordinasikan lima kementerian untuk mengembangkan penempatan caregiver profesional Indonesia di Singapura sebagai pilot project, sejalan dengan Program Care Economy Kementerian PPPA. Singapura dipilih karena terdapat 166 ribu pekerja domestik perempuan Indonesia dan kebutuhan 24 ribu tenaga perawat hingga 2030, dengan kemungkinan skema penempatan melalui Government to Government (G2G) atau Government to Private (G2P).

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Jalin Kerja Sama, Kemnaker Janjikan Pelindungan Peserta Pemagangan di JepangPekerja Migran Indonesia

Jalin Kerja Sama, Kemnaker Janjikan Pelindungan Peserta Pemagangan di Jepang

Afifah· 28 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.