VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor menegaskan kepercayaan publik terhadap pemerintah tidak dibangun melalui janji melainkan melalui pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan responsif. Kemnaker berkomitmen mewujudkan hal tersebut melalui penguatan digitalisasi layanan, peningkatan kualitas SDM, perbaikan tata kelola birokrasi, serta perluasan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Afriansyah menilai transformasi pelayanan publik bukan lagi pilihan melainkan keharusan di tengah perkembangan teknologi dan dinamika ekonomi yang semakin kompleks.
"Pelayanan publik merupakan wajah nyata negara di hadapan masyarakat, kepercayaan publik tidak dibangun melalui janji melainkan melalui pelayanan yang cepat, mudah, transparan, responsif, dan memberikan manfaat nyata," kata Afriansyah dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (8/7/2026).
Afriansyah menegaskan good governance kini bukan lagi sekadar tuntutan administratif tetapi telah menjadi fondasi utama membangun pemerintahan yang efektif, adaptif, dan mendapat kepercayaan masyarakat. Setiap institusi dituntut terus melakukan transformasi seiring perubahan kebutuhan masyarakat.
"Karena itu inovasi pelayanan harus berjalan seiring dengan penguatan integritas, akuntabilitas, dan profesionalisme," ujarnya.
Afriansyah mengajak seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, serta seluruh penyelenggara pelayanan publik untuk membangun budaya kerja yang mengedepankan integritas, inovasi, kolaborasi, dan orientasi pada hasil.
"Melalui semangat tersebut saya yakin kita mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas, memperkuat daya saing bangsa, serta mendukung terwujudnya Indonesia yang maju, inklusif, dan sejahtera," tegasnya.



























