VOICE Indonesia
HOT
News

33 Negara Siapkan Pangan Darurat, Begini Tanggapan Mentan

Afifah - VOICEIndonesia.coEditor: Redaksi3 menit baca

Ringkasan Berita

AI
VOICE Indonesia di Google
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran(Foto: dok./voiceindonesia.co/ist)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan kondisi pangan Indonesia relatif aman di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan ancaman gangguan rantai pasok global.

Ia menyebut ketersediaan beras nasional diperkirakan mencapai sekitar 25 juta ton, didukung produksi dalam negeri dan cadangan pemerintah.

Amran mengatakan, sedikitnya 33 negara di dunia mulai mengimbau masyarakatnya untuk menyiapkan persediaan kebutuhan dasar guna menghadapi kemungkinan situasi darurat.

"Ketika sedikitnya 33 negara mulai mendorong masyarakatnya menyiapkan persediaan makanan, air minum, obat-obatan, dan kebutuhan dasar untuk menghadapi situasi darurat, Indonesia memiliki kekuatan produksi pangan dalam negeri dan cadangan beras yang kuat," kata Amran di Jakarta, Minggu (1/11/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut merupakan hasil kerja petani, dukungan pemerintah, serta kebijakan untuk memperkuat produksi dan kemandirian pangan nasional. Kemampuan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri dinilai penting di tengah ketidakpastian global.

“Alhamdulillah, kita patut bersyukur. Di saat dunia sedang menghadapi ketegangan geopolitik, ancaman krisis pangan, dan gangguan rantai pasok, kondisi pangan Indonesia relatif aman," ujar dia.

"Indonesia mempunyai produksi dalam negeri, punya cadangan, dan terus memperkuat kemampuan memenuhi kebutuhan pangan sendiri. Ini yang harus kita jaga,” kata Amran menambahkan.

Amran menjelaskan, berdasarkan data per 26 Oktober 2026, cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mencapai sekitar 4,5 juta ton.

Selain itu, terdapat potensi sekitar 10 juta ton beras dari standing crop atau tanaman padi yang siap dipanen. Ia juga menyebut sekitar 10 juta ton stok beras berada di sektor hotel, restoran, dan katering (horeka).

Dengan demikian, total ketersediaan beras nasional diperkirakan mencapai sekitar 25 juta ton. Sementara itu, kebutuhan beras nasional disebut berada di kisaran 2,5 juta ton per bulan.

“Kalau kita hitung, stok di Bulog sekitar 4,5 juta ton, standing crop sekitar 10 juta ton, dan stok di horeka sekitar 10 juta ton. Total sekitar 25 juta ton. Sementara kebutuhan kita sekitar 2,5 juta ton per bulan. Artinya, ketersediaan kita sangat kuat. Ini yang membuat kita lebih siap menghadapi berbagai gejolak global,” ujar dia.

Ia menambahkan, sedikitnya 33 negara telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat memiliki persediaan kebutuhan dasar di rumah, seperti makanan tahan lama, air minum, obat-obatan, dan perlengkapan darurat. Sejumlah negara merekomendasikan persediaan untuk memenuhi kebutuhan minimal selama 72 jam.

Amran menilai kemampuan Indonesia mempertahankan swasembada beras tanpa impor menjadi salah satu fondasi ketahanan pangan nasional. Pemerintah, kata dia, berupaya mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar negeri karena konflik dan ketegangan antarnegara berpotensi mengganggu perdagangan internasional.

Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan stok, tetapi juga kedaulatan negara.

Kemampuan memproduksi pangan sendiri dinilai dapat membantu melindungi masyarakat dari gejolak harga dan gangguan pasokan global.

“Kita tidak boleh bergantung pada negara lain untuk urusan pangan. Bayangkan kalau terjadi konflik besar, jalur perdagangan terganggu, negara-negara menahan ekspornya, sementara kita masih bergantung pada impor. Risikonya sangat besar. Karena itu, swasembada adalah kekuatan dan perlindungan bagi bangsa,” tegasnya. (af)

Pilihan Redaksi

KP2MI Fasilitasi Wawancara Langsung CPMI Sektor Hospitality dengan Pemberi Kerja TurkiPekerja Migran Indonesia

KP2MI Fasilitasi Wawancara Langsung CPMI Sektor Hospitality dengan Pemberi Kerja Turki

Afifah· 01 November 2026
#Mentan#cadangan pangan#Cadangan beras nasional
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.