VOICE Indonesia7 Tahun VOICEIndonesia.co
VOICE Indonesia7 Tahun VOICEIndonesia.co

7 Tahun VOICEIndonesia.co — bagikan kritik, saran, apresiasi, atau ucapan Anda!

Kirim Pesan
News

Ratusan Korban Keracunan MBG di SMK Negeri 6 Semarang, Operasional SPPG Karangturi Distop

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: Redaksi2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Suasana aktivitas pekerja dalam proses penyiapan dan distribusi makanan bergizi di dapur umum program MBG
Suasana aktivitas pekerja dalam proses penyiapan Makan Bergizi Gratis (MBG)(Foto: Voiceindonesia.co)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Sebanyak 707 orang terdiri dari 693 siswa dan 14 guru SMK Negeri 6 Semarang diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis dari SPPG Karangturi pada Jumat (31/7/2026). Kepala BGN Sudaryono langsung menghentikan sementara operasional SPPG tersebut dan menjenguk para korban di tiga rumah sakit di Semarang, Sabtu (1/8/2026).

Sudaryono mengungkapkan investigasi awal menduga insiden dipicu beberapa bahan makanan yang bermasalah termasuk daun singkong dan bumbu rendang yang kini sedang diperiksa laboratorium. Waktu memasak yang terlalu dini sebelum makanan didistribusikan juga menjadi dugaan penyebab.

"Sejauh ini investigasi yang kami terima ada beberapa bahan yakni daun singkong, bumbu rendang, dan lain-lain, kita lagi minta dari dinas kesehatan untuk dicek laboratoriumnya, kita butuh waktu paling tidak tujuh hari untuk sampai dengan hasilnya," kata Sudaryono dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (2/8/2026).

Sudaryono memastikan kondisi para korban sudah membaik setelah mendapat perawatan di RS Permata Medika, RS Bhakti Tamtama, dan RS Pantiwilasa Citarum serta sejumlah puskesmas.

"Dari sekitar 700-an yang dirawat itu sebagian di rumah sakit dan ada yang di puskesmas, alhamdulillah tadi sudah kita tengok kondisinya sudah baik," ujarnya.

Untuk mencegah kejadian serupa BGN tengah mempercepat penerapan sistem digital yang mendokumentasikan seluruh tahapan produksi makanan mulai dari waktu memasak, menu, hingga penggunaan bahan dan bumbu secara real time.

"Kapan kol mulai dicacah kapan dimasak itu semua kita kunci, semoga dalam waktu seminggu atau dua minggu ini sudah beres sehingga orang tua siswa, guru, dan dinas kesehatan bisa melihat jam berapa dimasak, apa saja yang dimasak, bumbu apa yang dimasukkan harus tersistem dan terpantau semua," tegasnya.

Ringkasan AI

Sebanyak 707 orang di SMK Negeri 6 Semarang diduga keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis dari SPPG Karangturi, sehingga operasional SPPG dihentikan sementara. Investigasi awal mencurigai daun singkong, bumbu rendang, dan waktu memasak terlalu dini sebagai penyebab, sementara kondisi korban sudah membaik setelah perawatan.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Pemerintah Perkuat Pelindungan PMI di Hong Kong dan GuangzhouPekerja Migran Indonesia

Pemerintah Perkuat Pelindungan PMI di Hong Kong dan Guangzhou

Afifah· 01 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.