VOICE Indonesia
News

Muncul Nama "Ajaib" Usai Purbaya Rombak Pejabat Kemenkeu, Dua Dirjen Minta Dibatalkan

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: Redaksi2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Ilustrasi menampilkan gedung Kementerian Keuangan dengan bendera Merah Putih, sementara di bagian depan terdapat dokumen terkait rotasi pejabat, assessment, dan talent management. Visual dibuat realistis dan sederhana untuk menggambarkan proses evaluasi penempatan pejabat di lingkungan Kemenkeu.
Ilustrasi gedung Kementerian Keuangan dalam konteks evaluasi dan penataan ulang rotasi pejabat di lingkungan Kemenkeu.(Foto: Voiceindonesia.co)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Dua Direktur Jenderal di Kementerian Keuangan meminta pembatalan perombakan ratusan pejabat yang dilakukan mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, setelah ditemukan sejumlah nama "ajaib" yang lolos tanpa melalui proses assessment talent management.

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengungkap temuan itu saat ditemui usai acara International Tax Conference di kantor pusat DJP, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2026).

"Itu kan usulan kita, rotasi itu. Cuma memang ada beberapa yang nama-nama 'ajaib' yang tidak ikut proses assessment talent management," ujar Bimo.

Bimo mengaku bersama Direktur Jenderal Bea Cukai Djaka Budhi Utama telah meminta agar perombakan tersebut ditunda atau dibatalkan.

"Kemudian itu yang membuat saya dan Dirjen Bea Cukai meminta untuk ditunda dahulu, dibatalkan, karena sinyalnya nggak bagus bagi pasukan yang lain, yang ikut susah payah ikut assessment, ikut ujian, ikut talent management," tegas Bimo.

Perombakan ratusan pejabat Kemenkeu itu dilakukan Purbaya pada Kamis, 10 September 2026, dengan mayoritas menyasar Direktorat Jenderal Bea Cukai dan Direktorat Jenderal Pajak, mencakup Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, Pejabat Fungsional, hingga Pejabat pada Unit Organisasi Non Eselon.

Bimo menyatakan pejabat yang terindikasi melompati proses assessment akan langsung dibatalkan dari daftar perombakan dan dikembalikan ke posisi semula, sementara nama lain tetap berlaku.

"Yang nggak memenuhi syarat tadi dibatalkan. Yang lain-lain tetap," terangnya.

Bimo membenarkan permintaan pembatalan ini berkaitan dengan sikap Menteri Keuangan Suahasil Nazara yang menyatakan akan meninjau lebih dahulu keputusan era Purbaya tersebut.

"Iya, Pak Suahasil menegaskan komitmennya untuk melaksanakan talent management, melaksanakan birokrasi reform dengan sebaik-baiknya," terang Bimo.

Sebelumnya, Suahasil menyampaikan akan melihat dahulu Keputusan Menteri Keuangan yang menjadi landasan perombakan tersebut, saat ditemui usai dilantik di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026).

"Nanti kita lihat, tapi kemarin memang ada pelantikan minggu lalu, dan tentu nanti kita akan lihat pelantikan seperti apa, Keputusan Menteri Keuangannya seperti apa, dan kita akan tindak lanjuti dari situ," beber Suahasil.

Ringkasan AI

Dua Direktur Jenderal di Kementerian Keuangan meminta pembatalan perombakan ratusan pejabat yang dilakukan mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, setelah ditemukan sejumlah nama "ajaib" yang lolos tanpa melalui proses assessment talent management.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Presiden Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading–ManggaraiNasional

Presiden Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading–Manggarai

Kiky· 16 September 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.