VOICE Indonesia7 Tahun VOICEIndonesia.co
VOICE Indonesia7 Tahun VOICEIndonesia.co

7 Tahun VOICEIndonesia.co — bagikan kritik, saran, apresiasi, atau ucapan Anda!

Kirim Pesan
News

BGN Wajibkan Kepatuhan SOP di Tiap Dapur SPPG

Afifah - VOICEIndonesia.coEditor: Redaksi2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
kepala bgn
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono(Foto: dok./voiceindonesia.co/ist)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan penerapan kebijakan zero tolerance atau nol toleransi terhadap segala bentuk insiden keamanan pangan serta praktik penyimpangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), menyusul kasus dugaan keracunan yang menimpa ratusan siswa SMK Negeri 6 Semarang.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Sudaryono usai menjenguk para korban di sejumlah rumah sakit di Kota Semarang pada Sabtu (1/8), demi memastikan insiden serupa tidak terulang di masa mendatang melalui pengetatan standar operasional prosedur (SOP) di setiap dapur umum.

“Saya sebagai Kepala BGN yang baru ini, memastikan zero tolerance terhadap keracunan, tindak pidana korupsi, dan hanky-panky (tindakan menyimpang dan tidak jujur), titip-menitip duit, itu enggak boleh lagi,” ujar Sudaryono dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.

Ia menekankan bahwa seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mematuhi SOP secara ketat guna menjamin kualitas makanan.

Menurut pria yang akrab disapa Mas Dar ini, kepala dapur memegang tanggung jawab penuh untuk memimpin dan mendisiplinkan para pekerjanya agar patuh terhadap standar pengelolaan kebersihan pangan.

“Supaya tidak terulang lagi, harus ikuti SOP. Sistem juga diikuti, kemudian komandannya kepala SPPG. Saya paham Anda punya koki, pengawas gizi, atau orang-orang yang bekerja di situ, barangkali mungkin ada satu atau dua yang ngeyel, sehingga harus ada kepemimpinan yang tegas di situ,” tuturnya.

Sudaryono juga menginstruksikan para kepala SPPG untuk bertindak tegas tanpa kompromi terhadap pegawai yang mengabaikan aturan higienitas pengolahan makanan, seperti kewajiban mencuci tangan, mengenakan sarung tangan, hingga memakai masker.

“Kalau misalnya ada di antara pegawai di dapur itu barangkali mungkin susah dikasih tahu untuk cuci tangan-lah, atau memakai SOP harus pakai sarung tangan, pakai masker, ya harus dikeluarkan, harus tegas ini! Karena kesehatan dan nyawa seseorang itu sangat berarti enggak boleh lagi (ada toleransi),” ucap Mas Dar. (af)

Ringkasan AI

Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, menegaskan penerapan zero tolerance terhadap pelanggaran keamanan pangan di program Makan Bergizi Gratis. Seluruh dapur umum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi wajib mematuhi SOP ketat dengan kepemimpinan tegas demi mencegah insiden keracunan makanan.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Pemerintah Perkuat Pelindungan PMI di Hong Kong dan GuangzhouPekerja Migran Indonesia

Pemerintah Perkuat Pelindungan PMI di Hong Kong dan Guangzhou

Afifah· 01 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.