VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mendesak pemerintah agar segera menaikkan gaji dan tunjangan guru guna meningkatkan kesejahteraan para pendidik yang dinilai masih banyak hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Desakan tersebut disampaikan menyusul kebijakan pemerintah yang baru saja menaikkan tunjangan kinerja (tukin) prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan pegawai Kementerian Pertahanan.
“Kenaikan tukin TNI tentu sudah melalui kajian yang mendalam. Kami tidak mempersoalkan kebijakan itu, tetapi kami juga berharap gaji maupun tunjangan guru segera dinaikkan, karena masih banyak guru yang hidup dalam keterbatasan ekonomi,” kata Lalu di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Menurut Lalu, peningkatan kesejahteraan guru harus diposisikan sebagai prioritas nasional karena profesi tersebut merupakan pilar utama pembangunan sumber daya manusia.
Ia menegaskan bahwa guru tidak boleh hanya dituntut untuk mengabdi tanpa memperoleh penghargaan yang layak.
“Guru adalah pilar utama pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, peningkatan kesejahteraan guru bukan sekadar memenuhi hak mereka, tetapi merupakan investasi besar bagi masa depan bangsa,” ujarnya.
Ia juga membandingkan kondisi di Indonesia dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Vietnam, di mana kesejahteraan gurunya dinilai jauh lebih baik. Menurutnya, kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kualitas hidup para pendidiknya, di mana negara-negara dengan sistem pendidikan yang berhasil selalu menempatkan guru sebagai profesi yang dihormati dan dijamin kesejahteraannya. Komisi X pun berkomitmen untuk terus memperjuangkan hal tersebut.
Terkait ketersediaan anggaran, Lalu menilai ruang fiskal pemerintah sebenarnya masih memadai dan meyakini bahwa Presiden telah memiliki arah kebijakan ke sana.
“Presiden sebenarnya sudah punya arah ke sana. Tinggal sekarang regulasi ini oleh kementerian teknis disiapkan, sementara Kementerian Keuangan juga harus melihat komponen regulasi yang menjadi payung hukum untuk peningkatan kesejahteraan guru,” ucap legislator bidang pendidikan tersebut.
Ia menambahkan, anggaran pendidikan yang menjadi salah satu komponen terbesar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus mampu memberikan dampak nyata, tidak hanya terserap untuk pembangunan fisik atau program administratif, tetapi juga dirasakan langsung oleh para pendidik. (af)



















