VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI mendorong Pemerintah Provinsi Riau memperkuat kerja sama dengan Jepang, terutama di bidang pendidikan, ketenagakerjaan, dan investasi.
Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Mazaat mengatakan kerja sama tersebut perlu ditindaklanjuti melalui program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Riau.
“Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada pertemuan, tetapi dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Riau,” kata Syahrul di Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Syahrul dalam pertemuan yang melibatkan DPR, Direktur Politik Kedutaan Besar Jepang Tanaka Motoyasu, Sekretaris Daerah Riau Syahrial Abdi, serta perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan RI.
Dalam bidang pendidikan dan ketenagakerjaan, Syahrul mendorong adanya program yang dapat mempersiapkan generasi muda Riau agar memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan pasar kerja Jepang.
Salah satu langkah yang diusulkannya ialah memperkuat pembelajaran bahasa Jepang bagi siswa SMA dan SMK sejak bangku sekolah. Menurut dia, pembekalan bahasa Jepang sejak dini dapat membantu lulusan asal Riau lebih siap mengikuti program magang maupun memasuki dunia kerja di Jepang.
Selain itu, Syahrul mengusulkan penjajakan kerja sama antara Pemprov Riau dan pihak Jepang dalam program magang serta penempatan tenaga kerja asal Riau.
Menurut dia, peluang kerja sama tersebut juga dapat dikembangkan melalui skema bisnis-ke-bisnis (B2B) dengan melibatkan perusahaan atau lembaga swasta yang memiliki kompetensi apabila mekanisme antarpemerintah (G2G) belum dapat dilakukan secara langsung.
Sementara itu, di bidang investasi, Syahrul menawarkan peluang kerja sama dengan Jepang dalam pengembangan hilirisasi kelapa. Ia menilai Riau memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra kelapa di Indonesia.
Kerja sama tersebut dapat diarahkan pada pemanfaatan teknologi Jepang untuk mengolah kelapa, termasuk sabut dan tempurung, menjadi berbagai produk bernilai tambah.
Syahrul berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan tindak lanjut konkret, mulai dari penguatan pembelajaran bahasa Jepang, penyiapan tenaga kerja Riau untuk pasar Jepang, hingga pembukaan peluang investasi perusahaan Jepang di Riau. (af)



























