VOICE Indonesia
News

Rp1,7 Triliun Disiapkan, Kemnaker Bidik 270 Ribu Pekerja Hijau Tahun Ini

Afifah - VOICEIndonesia.coEditor: Redaksi2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli(Foto: dok./voiceindonesia.co/ist)

VOICEINDONESIA.CO, Bekasi – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengalokasikan anggaran Rp1,7 triliun untuk pelatihan 270.000 peserta pada tahun ini. Sebagian besar peserta akan diarahkan untuk menjadi tenaga kerja hijau atau green workers sebagai bagian dari upaya pemerintah mendukung transisi menuju industri hijau.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan kompetensi hijau semakin meningkat seiring dengan kesadaran korporasi terhadap aspek keberlanjutan.

Menurut dia, perusahaan kini dituntut memenuhi standar yang lebih ketat, mulai dari penggunaan sumber energi, tata kelola limbah hingga standardisasi bahan baku ramah lingkungan untuk komoditas ekspor.

"Merespons pergeseran masif ini, Kemnaker menegaskan komitmen untuk tidak membiarkan industri dan tenaga kerja domestik tertinggal," katanya saat peringatan Hari Ozon Sedunia di Bekasi, Rabu (16/9/2026).

Yassierli menilai peluang penyerapan tenaga kerja di sektor hijau telah terlihat. Ia mencontohkan kolaborasi lintas kementerian dalam instalasi pengolahan sampah dan sektor pemilahan yang disebut telah menghasilkan ribuan lapangan kerja baru.

Untuk mendukung transisi tersebut, Kemnaker melakukan intervensi dari hulu hingga hilir melalui sejumlah langkah. Salah satunya dengan memperbarui skema sertifikasi dan standar kompetensi kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri hijau.

Kemnaker juga memperkuat kesiapan instruktur dan fasilitas pelatihan dengan memastikan balai pelatihan memiliki instruktur yang andal serta sarana dan alat peraga yang memadai.

Selain itu, Kemnaker menggandeng Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk memetakan sekaligus memperluas kapasitas Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang dapat menguji kompetensi sumber daya manusia di sektor industri hijau.

Yassierli juga menginstruksikan Kepala Balai Pelatihan Vokasi dari Sabang sampai Merauke untuk memperbarui skema kompetensi di masing-masing wilayah. Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan tenaga kerja teknisi AC yang tersebar di berbagai daerah.

Menurut Yassierli, anggaran Rp1,7 triliun tersebut bersumber dari anggaran kepresidenan dan dialokasikan untuk kegiatan pelatihan sumber daya manusia di bidang pekerjaan hijau sebagai bagian dari implementasi program Green Jobs.

Dari total 270.000 peserta pelatihan yang ditargetkan tahun ini, sebagian besar akan diarahkan secara khusus untuk mencetak tenaga kerja hijau.

Dengan dukungan anggaran, infrastruktur balai vokasi, serta regulasi sertifikasi, Kemnaker optimistis tenaga kerja Indonesia dapat memenuhi kebutuhan industri yang menerapkan standar lingkungan sekaligus meningkatkan peluang masuk ke pasar global. (af)

Ringkasan AI

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengalokasikan anggaran Rp1,7 triliun untuk pelatihan 270.000 peserta pada tahun ini. Sebagian besar peserta akan diarahkan untuk menjadi tenaga kerja hijau atau green workers sebagai bagian dari upaya pemerintah mendukung transisi menuju industri hijau.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Presiden Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading–ManggaraiNasional

Presiden Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading–Manggarai

Kiky· 16 September 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.