VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Lebih dari 60 ribu pekerja migran Indonesia saat ini bekerja di Korea Selatan, jumlah besar yang membuat DPR RI mendesak adanya perlindungan lebih baik kepada mereka.
Desakan ini disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris saat memimpin pertemuan Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) dengan delegasi parlemen Korea Selatan di Ruang Diplomasi BKSAP, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2026).
"Hari ini ada lebih dari 60 ribu pekerja migran Indonesia yang bekerja di Korea Selatan dan tentunya kami berharap pemerintah Korea Selatan bisa memberikan perlindungan yang baik kepada pekerja migran kita karena bagi kami pekerja migran Indonesia adalah pahlawan devisa," tutur Charles.
Charles berharap pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh para pekerja migran Indonesia selama bekerja di Korea Selatan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan tanah air begitu mereka kembali ke Indonesia.
"Bekerja bukan hanya untuk memberikan atau menambah penghasilan bagi keluarga Indonesia tetapi juga bisa di kemudian hari mempraktekkan apa yang mereka dapatkan dari sisi ilmu dan pengetahuan di negara-negara tempat mereka bekerja sekarang untuk membangun Indonesia di kemudian hari," pungkasnya.
Di luar isu perlindungan PMI, pertemuan ini turut membahas sejumlah isu strategis lain, mulai dari perdagangan, ekonomi, hingga investasi Korea Selatan di Indonesia yang menurut Charles perlu terus didorong lewat kebijakan pemerintah yang mampu menciptakan iklim kerja sama lebih kondusif.
"Kami menganggap Korea Selatan sebagai mitra yang penting bagi Indonesia baik dari sisi perdagangan maupun investasi sehingga kami juga menyampaikan bahwa kami berharap investasi di Korea Selatan akan semakin tinggi di tahun-tahun berikutnya," katanya.
Charles menegaskan DPR RI terbuka terhadap berbagai masukan dari parlemen Korea Selatan untuk memperkuat kerja sama bilateral kedua negara ke depan, mengingat Korea Selatan merupakan salah satu mitra penting bagi Indonesia baik dalam bidang perdagangan maupun investasi.


























