VOICE Indonesia7 Tahun VOICEIndonesia.co
VOICE Indonesia7 Tahun VOICEIndonesia.co

7 Tahun VOICEIndonesia.co — bagikan kritik, saran, apresiasi, atau ucapan Anda!

Kirim Pesan
Politik

DPR Pertanyakan Konsep Kopdes Merah Putih Berubah Drastis

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: Redaksi
VOICE Indonesia di Google
Tampak luar gedung Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dengan dinding berwarna putih dan atap merah, dilengkapi deretan pintu geser berwarna merah di bagian depan
Gedung Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih.(Foto: Voiceindonesia.co/Ist)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Program Koperasi Desa Merah Putih yang awalnya digadang-gadang sebagai minimarket desa kini bergeser fungsi menjadi infrastruktur penyaluran barang bersubsidi dan penyerap hasil produksi pertanian. Perubahan mendasar ini memantik pertanyaan serius dari parlemen.

Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto mempertanyakan logika pembentukan 80 ribu koperasi yang masing-masing ditempatkan di satu desa tanpa mempertimbangkan kelayakan ekonominya.

"Kenapa sejak awal harus dibentuk 80 ribu koperasi? Kenapa harus satu di setiap desa? Bukankah infrastruktur ekonomi seharusnya dibangun berdasarkan potensi ekonomi, sentra produksi, jumlah penduduk, akses pasar, dan efisiensi logistik, bukan semata-mata berdasarkan batas administrasi," ujar Darmadi, Rabu (29/7/2026).

Ia menegaskan perubahan yang terjadi jauh lebih dalam dari sekadar pergantian nama atau istilah.

"Yang berubah bukan hanya istilah. Yang berubah adalah fungsi, model bisnis, dan arah kebijakannya," tegasnya.

Darmadi menilai program berskala nasional seperti Kopdes Merah Putih seharusnya dibangun melalui perencanaan matang dengan arah yang jelas sejak awal, bukan berubah-ubah di tengah jalan yang justru menimbulkan kebingungan bagi masyarakat maupun para pengelola koperasi di daerah. Ia meminta pemerintah memberikan penjelasan komprehensif atas perubahan konsep tersebut dan melakukan evaluasi menyeluruh agar implementasi program benar-benar mampu memperkuat ekonomi desa secara berkelanjutan.

Ringkasan AI

DPR mempertanyakan perubahan fungsi Kopdes Merah Putih yang kini lebih fokus sebagai penyalur barang bersubsidi dan penyerap hasil pertanian, bukan minimarket desa seperti awalnya. Anggota Komisi VI, Darmadi Durianto, menilai pembentukan 80 ribu koperasi tanpa kajian ekonomi matang menimbulkan kebingungan dan meminta evaluasi menyeluruh dari pemerintah.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

BAZNAS dan KP2MI Siapkan Skema Pelindungan dan Pembiayaan Bagi PMIPekerja Migran Indonesia

BAZNAS dan KP2MI Siapkan Skema Pelindungan dan Pembiayaan Bagi PMI

Afifah· 29 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.