VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI Jawa Timur menggelar aksi di Jalan Gubernur Suryo atau di depan Gedung Negara Grahadi. Massa menuntut pemerintah untuk memprioritaskan anggaran untuk menangani sejumlah bencana di Tanah Air.
Massa dari beberapa daerah dan kampus di Jatim tiba sejak pukul 14.55 WIB. Mahasiswa yang datang terus bertambah dan saling bergantian orasi dan melakukan teatrikal soal kondisi Indonesia saat ini.
Presiden BEM Unair M. Rizqi Senja mengatakan, pemerintah masih gencar menggelontorkan anggarannya untuk MBG dan KDMP. Sedangkan banyak bencana di wilayah Indonesia, seperti NTT, Kalimantan, Aceh yang belum pulih, Lampung, Papua hingga NTB.
"Negara belum benar-benar bisa hadir untuk memulihkan bencana, memulihkan kondisi masyarakat di sana. Tetapi sampai hari ini, anggaran yang dikeluarkan masih belum benar-benar menjadi prioritas untuk penanganan bencana. Jadi refleksi-refleksi semacam itu yang kami suarakan hari ini dan nanti akan disusul oleh aksi-aksi berikutnya. Ini hanya sebagai pemantik aja di Surabaya," kata Senja kepada wartawan di depan Grahadi, Senin (31/8/2026).
"Kami menuntut kekuasaan untuk benar-benar memprioritaskan anggarannya untuk penanganan bencana hari ini," tambahnya.
Selain itu, soal RUU Perampasan Aset juga dinilai tidak menjadi prioritas DPR dan pemerintah. Perwakilan DPR juga telah berjanji menyelesaikan RUU tersebut pada bulan Desember 2026.
"Cuman pada akhirnya belum benar-benar dapat menjadi prioritas sebetulnya. Kemarin sudah disampaikan bahwa sebelum Desember sudah selesai. Makanya di situ kita menyuarakan untuk merefleksikan kondisi hari ini, cuman itu akan tetap menjadi perhatian kami juga," jelasnya.
Senja mengatakan, bila ada serangkaian aksi yang akan dilakukan oleh mahasiswa. Namun dia masih belum bisa membocorkan apa saja rangkaiannya. "Nanti ditunggu saja ya, karena masih akan ada banyak konsolidasi lagi. Insyaallah September," ujarnya.(joe)



























