VOICEINDONESIA.CO, Jember – Nasib malang menimpa seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Timbang, 60 tahun. Warga Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, Jember, Jawa timur, ini menghembuskan napas terakhir usai tertimpa material tembok apotek yang ambruk pada Sabtu (29/8) pagi sekitar pukul 10.34 WIB.
Kejadian ini berlangsung di tengah kemeriahan pawai karnaval dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia yang diselenggarakan oleh pemerintah desa setempat.
Ulum, seorang saksi di lokasi, menceritakan bahwa korban kala itu tengah berdiri sembari menunggu istrinya yang sedang melakukan pembelian obat di dalam apotek. Tanpa ada tanda-tanda, struktur dinding bangunan toko obat tersebut runtuh dan langsung menimpa tubuh korban.
“Beliau sedang menunggu istrinya di luar. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh nyaring dan korban sudah ambruk tertimpa material bangunan. Nyawanya tidak tertolong di lokasi,” ujar Ulum di tempat kejadian.
Suara hantaman keras dari reruntuhan semen dan bata itu langsung menyita perhatian warga serta peserta karnaval yang melintas.
Sejumlah warga bersama personel kepolisian yang bersiaga di lokasi pawai segera bergotong royong untuk segera menyingkirkan material runtuhan untuk mengevakuasi jasad korban.
Diduga kuat, peristiwa ini dipicu oleh kondisi fisik bangunan yang sudah dimakan usia. Selain faktor kelapukan material, paparan getaran berfrekuensi tinggi dari aktivitas pengetesan sound system karnaval pada hari sebelumnya disinyalir menjadi pemicu keretakan konstruksi hingga akhirnya roboh.
Hingga Sabtu siang, pemilik fasilitas apotek belum memberikan tanggapan resmi atas insiden fatal ini. Area kejadian telah disterilkan menggunakan garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, sementara jenazah korban sudah dibawa oleh petugas gabungan.(fsm)



























