VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Personel pengamanan tersebut terdiri dari unsur Polri, Satpol PP, Linmas, hingga Dinas Pemadam Kebakaran. Pengamanan aksi unjuk rasa ini difokuskan di sepanjang Jalan Gubernur Suryo dan akses masuk menuju Grahadi.
Selain personel, aparat juga telah memasang pagar kawat berduri di depan Gedung Grahadi sejak pagi. Pengamanan berlapis disiapkan untuk mengantisipasi massa aksi yang ingin berbuat anarki. Arus lalu lintas di sekitar Grahadi mulai dialihkan secara situasional.
pengamanan dilakukan untuk menjaga ketertiban dan memastikan aksi berjalan damai. “Total ada 2.200 personel gabungan. Kami mengedepankan langkah persuasif dan humanis. Hak menyampaikan pendapat dijamin, tapi ketertiban umum juga harus dijaga,” ujar Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan.
Pengamanan ini dilakukan menyusul seruan aksi Ksatria Airlangga yang akan membawa 16 tuntutan rakyat dan berbagai elemen serta aliansi mahasiswa se Jawa timur. Massa aksi dijadwalkan berkumpul di berbagai titik diantaranya di gedung Pasca sarjana Kampus B Unair pukul 10.00 WIB dan depan Kebun Binatang Surabaya sebelum bergerak menuju Grahadi.
Aksi damai tersebut mengusung sejumlah tuntutan, di antaranya penguatan KPK, pengesahan RUU Perampasan Aset dan RUU Masyarakat Adat, penolakan militerisme, penghentian represivitas aparat, hingga jaminan pemerataan akses pendidikan dan kesehatan.
Hingga pukul 12.00 WIB, situasi di sekitar Gedung Negara Grahadi masih kondusif. Sejumlah personel tampak berjaga di belakang barikade kawat berduri. Sementara itu, personel Damkar disiagakan untuk mengantisipasi potensi gangguan ketertiban.(joe)



























