VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Dalam seruan aksi yang disebar melalui media sosial, Ksatria Airlangga mengajak seluruh sivitas akademika Unair turun ke jalan. Aksi damai ini dijadwalkan berlangsung pukul 10.00–17.00 WIB dengan titik kumpul di Pascasarjana Kampus B Unair dan titik aksi di Gedung Negara Grahadi.
“Di tengah maraknya praktik korupsi, meningkatnya tindakan represif aparat, ancaman terhadap supremasi sipil, hingga berbagai kebijakan yang semakin menjauh dari kepentingan rakyat, mahasiswa tidak boleh memilih untuk diam,” tulis Ksatria Airlangga dalam seruan tersebut.
Aksi ini membawa 16 tuntutan rakyat. Beberapa di antaranya adalah penguatan KPK, pengesahan RUU Perampasan Aset dan RUU Masyarakat Adat, penolakan militerisme, penghentian represivitas aparat, pengusutan berbagai dugaan korupsi, perlindungan terhadap buruh dan pers, serta jaminan kesejahteraan dan pemerataan akses pendidikan dan kesehatan.
Panitia aksi meminta peserta mengenakan dresscode hitam dengan almamater. Ksatria Airlangga juga membuka donasi sebagai bentuk solidaritas untuk mendukung kebutuhan mahasiswa Unair yang turun aksi.
“Ketika suara rakyat diabaikan, maka mahasiswa harus bersuara. Ketika ketidakadilan dinormalisasi, maka mahasiswa harus bergerak,” tutup seruan aksi itu dengan slogan Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat Indonesia, Hidup Perempuan yang Melawan.(joe)



























